Kamis, 20 Agustus 2009 13:14 WIB News Share :

Calo tiket KA bergentayangan di Gambir

Jakarta–Puluhan calo tiket kereta api mulai mencari mangsa di Stasiun Gambir, menyusul habis terjualnya tiket KA kelas Eksekutif di awal pekan ini.

Sejumlah pengguna jasa angkutan kereta api yang ditemui di Stasiun Gambir Jakarta, Kamis (20/8), mengungkapkan hal itu.

Para calo secara terang-terangan menawarkan tiket di area stasiun. Mereka mencari mangsa calon pemudik yang tidak kebagian tiket untuk tanggal-tanggal favorit. Di tangan mereka, harga tiket bisa melambung hingga Rp 750 ribu dari harga normal Rp 480 ribu.

Hendro Wibowo (34), warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mengatakan, dirinya terpaksa membeli tiket dari calo untuk pulang ke Surabaya lima hari sebelum Lebaran.

“Terpaksa mas, daripada tidak kebagian tiket. Cari tiket pesawat juga susah, karena harganya juga sama-sama melambung tinggi,” kata Hendro pasrah.

Hendro mengaku membeli tiket KA Sembrani Jurusan Gambir-Jakarta, biasanya harga Lebaran Rp 400 ribu. Namun ditangan calo harga tiket melambung hingga dua kali lipat.

Hal senada diungkapkan Widiawati (25) karyawati perusahaan swasta di bilangan Sudirman.

“Saya sudah izin sama atasan untuk membeli tiket. Malah tidak kebagian. Terpaksa deh beli tiket sama calo,” kata warga Setiabudi itu.

Widiawati menuturkan, daripada tidak dapat kumpul sama keluarga karena tiket habis, berapapun harga tiket tetap dibeli.

“Tahun kemarin saya tidak bisa pulang, tahun ini harus pulang karena saudara dari luar Jawa datang ke Surabaya,” lanjutnya yang mengaku membeli tiket KA Agro Anggrek seharga Rp 800 ribu dari harga normal Rp 480 ribu.

Bukan hanya di dalam Stasiun Gambir, mereka juga menjalankan aksinya di pangkalan taksi Bandara Soekarno-Hatta dan pangkalan bus Damri di area Stasiun Gambir. Para calo tersebut umumnya menawari tiket dengan harga tawaran yang bervariasi pula.

Calo pertama  mengaku belum memegang tiket untuk tanggal-tanggal favorit seperti tanggal 16, 17, 18, dan 19 September. Namun dia berjanji bisa mengusahakannya.

Untuk tiket Argo Lawu tujuan Jakarta-Solo dan Taksaka jurusan Jakarta-Yogyakarta yang harga normalnya Rp 450 ribu dan Rp 400 ribu, ditawarkan seharga Rp 675 ribu.

Kepala Stasiun Gambir, Ata Sudarta mengharapkan kepada konsumen agar tidak membeli tiket ke calo. Hal ini dikarenakan belum tentu calo memiliki tiket.

“Takutnya konsumen ditipu sama calo,”kata Ata Sudarta di Stasiun Gambir.

Arta Sudarta mengatakan, konsumen diharapkan jangan kuatir telah kehabisan tiket. PT KA akan menambahkan kereta api tambahan.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…