Kamis, 20 Agustus 2009 12:17 WIB News Share :

BNP2TKI
Istilah majikan TKI tak tepat

Jakarta–Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menyatakan, istilah majikan yang mempekerjakan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) di luar negeri dipandang tidak tepat lagi digunakan.
“Karena bias dengan masa lalu yang kelabu terkait banyaknya TKI PLRT yang mengalami tindak kekerasan,” kata Jumhur di Jakarta, Kamis (20/8).

Ia mengatakan istilah tersebut memberi makna hubungan feodalistis antara majikan dengan pembantu atau tuan dengan budak.

Menurut Jumhur, istilah majikan TKI juga bisa mengesankan hubungan yang eksploitatif antara pengguna dengan TKI padahal TKI berangkat ke luar negeri untuk tujuan bekerja secara bermartabat (terhormat) bukan untuk menjadi budak atau dijadikan korban eksploitasi pihak manapun.

“Karena itu istilah majikan bagi TKI PLRT tidak perlu digunakan dan harus diganti dengan istilah pengguna atau user sehingga hubungan yang tercipta adalah kesetaraan, kemartabatan, serta diikat berdasarkan perjanjian maupun tanggung jawab pekerjaan di antara TKI dengan pengguna,” kata Jumhur.

Istilah pengguna (user) TKI PLRT lebih bermakna positif dan tidak akan mengesankan hubungan yang sangat timpang atau bersifat diskriminatif, kata Jumhur.

“Pengguna TKI juga akan lebih menghargai pekerjaan TKI PLRT sekaligus menjauhi tindak kesewenang-wenangan pada TKI,akibat hubungannya yang diletakkan setara alias lebih mengutamakan hubungan kerja,” kata Jumhur.

Hubungan kerja yang setara itu,kata Jumhur, pada akhirnya juga membangun harmoni antara pengguna dengan TKI, dan kemudian menanamkan rasa saling percaya ataupun pengertian di kedua pihak.

“Jadi, mulai sekarang ke depan harus mengganti istilah majikan TKI dengan pengguna TKI demi kemartabatan TKI,” ujarnya.

Jumhur mengakui penggantian istilah majikan TKI dengan pengguna TKI merupakan harapannya agar TKI PLRT menjadi lebih dihargai baik keberadaan maupun pekerjaannya di luar negeri.

ant/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….