Kamis, 20 Agustus 2009 11:49 WIB Internasional Share :

Australia pesan 21 juta dosis vaksin H1N1

Canberra–Australia memesan 21 juta dosis vaksin H1N1 yang dikenal sebagai flu babi, dengan vaksinasi massal akan dimulai secara nasional dalam beberapa pekan ini.

Dua juta dosis vaksin telah dikembangkan oleh perusahaan farmasi CSL Ltd yang akan didistribusikan kepada dokter-dokter mulai pekan depan.

Wanita hamil, orang-orang berpenyakit kronis dan para petugas kesehatan pertama-tama yang akan mendapat perawatan.

“Saya pikir vaksinasi itu akan mulai dilakukan pada pertengahan atau akhir September dengan prioritas kelompok-kelompok itu dulu, karena mereka sangat mudah diserang,” kata Menteri Kesehatan Nicola Roxon kepada para wartawan, Kamis (20/8).

Australia saat ini sedang berada di pertengahan musim dingin belahan bumi selatan dan musim flu. Sudah 32.224 kasus H1N1  dikonfirmasikan, dan dari jumlah itu 121 meninggal.

Sebagian besar kasus terjadi di negara-negara bagian yang padat penduduk, New South Wales dan Victoria.

Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang bermarkas di Jenewa, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah mengumumkan bahwa H1N1 menjadi pandemi penuh pada Juni lalu.

Saat ini wabah tersebut telah menyebar ke hampir 180 negara di seluruh dunia.

Pada laporan terakhir pekan lalu, WHO mengatakan, korban tewas akibat turunan flu tersebut yang dikonfirmasikan laboratorium telah mencapai sedikitnya 1.462 orang.

Sementara itu WHO mengatakan, setidaknya 177.000 orang telah tertular penyakit ini dari jumlah sebenarnya yang diduga mencapai jutaan orang.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
SMK MUHAMMAADIYAH PROGRAM KHUSUS (PK) KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…