Rabu, 19 Agustus 2009 19:53 WIB News Share :

Sudah pimpin 2 periode, Hasyim tak akan maju

Jakarta–Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju lagi dalam pemilihan ketua umum PBNU pada Muktamar ke-32 NU di Makassar, Januari 2010 mendatang.

Pernyataan Hasyim ini untuk menjawab keraguan publik soal bursa calon ketua umum PBNU periode 2010-2015.

“Sudah sering saya kemukakan bahwa saya tidak akan nyalon lagi dalam muktamar nanti. Keputusan saya ini sudah final, saya tidak akan nyalon lagi meskipun tidak ada pembatasan masa jabatan,” kata Hasyim kepada, Rabu (19/8).

Menurut Hasyim, keputusan untuk tidak mencalonkan lagi sebagai ketua umum PBNU karena menghargai sistem kaderisasi di organisasi NU. Hal itu juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi munculnya kader-kader muda yang lebih gesit dan cekatan dalam memimpin NU.

“Sikap saya yang tidak maju itu karena didasari maksud untuk memberikan kesempatan kepada para kader NU lainnya. Saya ingin jadikan NU ini republik, bukan kerajaan,” katanya.

Hasyim berharap dengan tidak majunya dalam bursa calon ketua umum, banyak kader muda potensial yang akan melanjutkan pengabdiannya di NU. Namun Hasyim berpesan agar pergantian kepemimpinan NU tidak menjadikan arah perjuangan dan aqidah NU menjadi berubah.

“Saya berharap pergantian pengurus tidak menjadikan perubahan haluan NU. Biarkan yang berubah itu hanya kepemimpinannya,” kata pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikam, Malang ini.

Saat ditanya apakah pernyataanya untuk tidak maju lagi ini karena sedang mengincar jabatan di pemerintahan seperti Menteri Agama, dengan tegas Hasyim menjawab, tidak.

“Saya ini tidak ada tampang untuk jadi menteri agama. Dan perlu dicatat, tidak ada konsultasi apapun dari PBNU kepada mandataris (presiden terpilih) terkait masalah jabatan,” pungkas Hasyim.

dtc/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…