Rabu, 19 Agustus 2009 18:10 WIB Klaten Share :

Revitalisasi Pasar Pedan, relokasi pedagang bagian barat diundur

Klaten (Espos)–Relokasi pedagang Pasar Pedan, Klaten terkait proyek revitalisasi, diundur hingga pascaLebaran 2009 menyusul sikap penolakan para pedagang.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua II Paguyuban Pedagang Pasar Pedan, Yusuf Effendi saat ditemui <I>Espos<I>, Rabu (19/8). “Semula relokasi pedagang akan dilakukan sebelum Lebaran. Namun para pedagang menolak dengan alasan dapat mengganggu bisnis mereka menjelang Lebaran,” ujarnya.

Rencananya, ratusan pedagang Pasar Pedan yang menempati bagian barat pasar akan direlokasi ke sekitar jalan Desa Keden hingga jalan Desa Tambakkboyo. Jalan tersebut sepanjang lebih kurang satu kilometer dengan lebar sekitar lima meter. Supaya tidak mengganggu fungsi jalan, paguyuban pedagang menjamin para pedagang tidak akan menempati badan jalan.

Sebelumnya, Effendi melanjutkan, rencana relokasi pedagang pasar bagian barat ke jalan Desa Keden hingga Tambakkboyo sudah disepakati pedagang, Kepala Pasar Pedan, kepala desa kedua desa itu, investor, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten, serta jajaran Muspika Pedan. “Saat ini mulai dilakukan persiapan relokasi seperti sosialisasi kepada pedagang dan cek kondisi lokasi baru buat pedagang,” imbuhnya.

Senada, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Pedan, Harmanto menguraikan, berdasar pertemuan yang dilangsungkan Kamis (6/8) lalu disepakati, relokasi akan dilakukan paling cepat 15 hari setelah Lebaran. Disampaikannya, sasaran relokasi 83 pemilik kios dan 345 pedagang yang selama ini menempati los pasar.

Pertemuan tersebut diikuti oleh PT Dewata Solusi Bangunan (DSB) selaku investor, UPTD Pekerjaan Umum Wilayah Pedan, Kepala Bidang Bina Marga, Kades Keden, Kades Tambakkboyo, Kepala Pasar Pedan, pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Pedan, perwakilan pedagang Pasar Pedan bagian barat, ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW).
kur

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…