Rabu, 19 Agustus 2009 18:19 WIB Pendidikan Share :

Minim, kemauan dosen tulis artikel ilmiah

Solo (Espos)–Praktisi penelitian, Prof Dr Burhan Nurgiyantoro menilai minim kemauan dosen untuk menulis artikel ilmiah. Padahal, produktivitas penulisan artikel ilmiah dosen, cukup berpengarus bagi eksitensi lembaga yang diampunya.

Demikian disampaikan Burhan kala ditemui wartawan di sela-sela acara Pelatihan Penyusunan Artikel Ilmiah yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu (19/8), di Hotel Agas International Solo. Dalam kesempatan itu, Burhan mengatakan, publikasi hasil penelitian melalui artikel ilmiah merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada tridarma perguruan tinggi. Akan tetapi, lanjut Burhan, tampaknya budaya menulis artikel ilmiah belum membudaya di kalangan dosen di perguruan tinggi manapun.

“Sebenarnya dosen itu sudah terbiasa melakukan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat. Akan lebih baik jika hasil penelitian atau pengabdian itu bisa dipublikasikan melalui artikel ilmiah agar bisa dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat,” tandas Burhan.

Lebih lanjut, Burhan menerangkan, beberapa kendala minimnya antusias dosen dalam menulis artikel ilmiah antara lain padatnya jadwal mengajar seorang dosen, banyaknya kesibukan lain di luar mengajar, dan sudah mempunyai pendapatan yang lebih besar dari profesi sampingan yang dimilikinya.

Ia menilai, kesadaran seorang dosen dalam mengabdikan ilmunya maupun mengabdikan kepada lembaganya melalui artikel ilmiah sangat minim. Padahal, produktivitas seorang dosen dalam menulis artikel ilmiah cukup berpengarus bagi eksistensi lembaga yang diampunya. “Misal, dalam proses pengajuan pembukaan pascasarjana suatu program studi, para dosen diharuskan memenuhi kualifikasi tertentu di bidang penulisan artikel ilmiah,” papar Burhan.

Ketua Redaktur Jurnal Litera Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini menambahkan, pada tahun ini Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) akan memberikan insentif senilai Rp 1 juta/artikel bagi dosen. Di samping itu, Dikti juga menganggarkan dana senilai Rp 50 juta untuk melakukan pembinaan kepada para pengelola jurnal agar bisa meraih akreditasi.
m82

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…