Rabu, 19 Agustus 2009 10:09 WIB News Share :

Deplu belum kirim surat penangkapan Polri ke Arab Saudi

Jakarta–Deplu RI belum mendapat surat pemberitahuan penangkapan dari Polri untuk disampaikan ke pemerintah Saudi Arabia. Hal ini terkait penangkapan yang kabarnya dilakukan oleh Densus 88 pada warga negara Arab Saudi, Ali Muhammad alias Abah Ali.

“Sejauh pantauan kita belum ada surat pemberitahuan untuk diteruskan ke pemerintah Saudi Arabia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Teuku Faizasyah, Rabu (19/8).

Menurut Faizasyah, langkah untuk memberitahukan pihak pemerintah Arab Saudi harus datang dari pihak kepolisian terlebih dulu.

Informasi tersebut biasanya dilakukan dalam konteks menjalankan norma internasional guna menjalin komunikasi atas penangkapan warga negara lain.

“Jadi pada waktunya bila Polri ingin meneruskan surat untuk disampaikan kepada pihak Deplu Arab Saudi maka akan kita lakukan komunikasi. Tetapi, sampai saat ini belum ada surat yang dimaksud yang kita terima dari pihak kepolisian,” jelasnya.

Pemerintah Arab Saudi sendiri hingga kini belum memberikan reaksi atas penangkapan warganya tersebut. Deplu RI masih menunggu reaksi dari pihak pemerintah Arab Saudi atas penangkapan di Dusun Karoya, Kecamatan Cirendang, Kuningan, Jawa Barat, itu.

“Saya belum tahu apa reaksi pemerintah Arab Saudi, akan saya cek nanti,” pungkasnya.

Ali diciduk Densus 88 bersama penerjemahnya, Solehat. Beredar kabar penangkapan Ali terkait pendanaan terorisme.

dtc/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…