Rabu, 19 Agustus 2009 16:55 WIB News Share :

178 Siswa AAL seberangi Selat Madura

Surabaya–Sebanyak 179 perwira siswa Akademi Angkatan Laut (AAL) berenang untuk menyeberangi Selat Madura, Rabu (19/8).

Para perwira siswa AAL Angkatan Ke-21 yang terdiri atas 57 korps pelaut, 30 korps teknik, 16 korps elektronika, 34 korps suplai, dan 42 korps marinir dilepas Wakil Gubernur AAL Brigjen TNI (Mar) Baharudin di Dermaga Kamal, Bangkalan, Madura.

Para perenang yang terbagi dalam dua gelombang itu melintas selat sepanjang 5,4 km dari Dermaga Kamal menuju Dermaga Ujung, Surabaya.

Letnan Dua (Mar) Hariono dinyatakan sebagai perenang tercepat di ajang itu, dengan membukukan catatan waktu 40 menit. Catatan waktu yang dibukukannya itu merupakan rekor baru, karena sebelumnya waktu terbaik renang di Selat Madura adalah 44 menit.

Baharudin mengatakan, renang di Selat Madura itu merupakan salah satu kurikulum yang harus dilaksanakan oleh para perwira siswa AAL, sebelum diterjunkan ke berbagai satuan kerja (satker) di lingkungan TNI Angkatan Laut.

“Tujuan renang selat ini untuk menanamkan jiwa kepejuangan, motivasi, dan kebanggaan. Selain itu, ajang ini sebagai media untuk menanamkan kepercayaan diri kepada para perwira siswa sebagai seorang prajurit matra laut dalam meraih prestasi,” katanya menjelaskan.

Menurut dia, hal itu sangat penting, supaya para perwira siswa mampu melaksanakan renang laut.

“Pengalaman dan pengetahuan yang telah diperoleh dalam melaksanakan renang Selat Madura ini dapat bermanfaat dan untuk dipertahankan serta dikembangkan pada masa-masa mendatang, karena terbukti bahwa renang selat dan laut merupakan olah raga dasar bagi setiap prajurit matra laut sesuai tugas dan tanggung jawabnya,” kata Baharudin.

Keterampilan itu, lanjut dia, dapat lebih dikembangkan sebagai keterampilan khusus oleh satuan-satuan elit TNI AL, seperti Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan pasukan Intai Amfibi (Taifib) dalam melaksanakan operasi tempur laut, renang tempur, operasi amfibi, dan sabotase bawah air.

ant/fid

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…