Rabu, 19 Agustus 2009 18:35 WIB News Share :

16 daerah di Jateng terancam kekurangan air bersih

Semarang (Espos)–Sebanyak 16 daerah di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terancam kekurangan air bersih, pada musim kemarau tahun 2009 karena sumber-sumber air yang ada mengalami kekeringan.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jateng, Priyantono Jarod Nugroho daerah yang terancam kekurangan air bersih paling banyak di wilayah eks Karesidenan Surakarta.

“Ini karena sumber air baku yang ada di daerah tersebut mengalami kekeringan akibat musim kemarau,” katanya pada diskusi Mengantisipasi Dampak Kekeringan di Jateng,  di Semarang, Rabu (19/8).

Ke-16 daerah yang terancam kekurangan air bersih yakni Brebes, Kendal, Tegal, Kudus, Demak, Grobogan, Pati, Rembang, Blora Sragen, Boyolali, Karanganyar, Wonogiri, Klaten, Magelang dan Cilacap.

Lebih lanjut Jarot menyatakan, permasalahan yang dihadapi dalam penanggulangan daerah kekurangan air bersih tersebut antara lain tidak tersedia sumber air baku potensial di sana.

“Kalaupun ada sumber air baku yang bisa diolah menjadi air bersih lokasinya sangat jauh,” katanya.
Jarot mencontohkan, sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Kabupaten Wonogiri berada di wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Meski begitu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus melakukan upaya penanggulangan masalah kekurangan air bersih pada musim kemarau di 16 daerah yang rutin terjadi setiap tahun.

Selain memberikan bantuan pembuatan sumur bor, penyediaan penampungan air bersih, serta melakukan koordinasi dengan daerah lain yang memiliki sumber air baku.

“Perlu diupayakan koordinasi antara pemerintah kedua daerah untuk mengatasi kekurangan air bersih ini,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Jateng, Suryono Suripno mengungkapkan akibat musim kemarau sampai pertengahan Agustus 2009 sebanyak tujuh waduk dan 38 waduk yang ada mengalami kekosongan air.

Waduk itu antara lain Waduk Tempura Blora, Plombon, Nawangan, dan Ngancar di Wonogiri, Gebyar, Botok dan, Brambang di Sragen.

oto

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…