Selasa, 18 Agustus 2009 14:51 WIB News Share :

Yuddy tak merasa tersaingi Tommy Soeharto

Jakarta–Kandidat Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yuddy Chrisnandi mengaku tidak merasa tersaingi dengan kesiapkan putra mantan Presiden HM Soeharto, Tommy Soeharto (Hutomo Mandala Putra) yang menyatakan siap maju sebagai kandidat ketum pada Munas VII Partai Golkar di Pekanbaru mendatang.

“Saya menyambut positif mas Tommy Soeharto,” kata Yudhy Chrisnandi kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Beberapa saat sebelumnya putra almarhum mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra menyatakan siap masuk ke dunia politik dengan maju dalam bursa Ketua Umum DPP Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Pekanbaru (Riau) 4-7 Oktober 2009.

Yuddy juga mengaku dirinya tidak merasa tersaingi dengan munculnya Tommy Soeharto tersebut karena dalam munas bukan hanya soal dukungan saja yang diperlukan tetapi juga soal gagasan untuk membangun partai ke depan.

“Dalam munas bukan hanya soal dukungan tetapi juga soal gagasan,” kata Yudhy.

Menurut Yuddy, kesiapan Tommy Soeharto menunjukkan bahwa Partai Golkar tidak kekurangan akan kader yang potensial untuk memmimpin partai maupun memimpin bangsa ke depan.

Ia menilai, kesiapan Tommy Soeharto tersebut akan baik bagi Partai Golkar dan juga bagi bangsa karena parpol merupakan sarana untuk mempersiapkan kader-kader kepemimpinan masa mendatang.

Banyaknya kader muda yang siap maju sebagai kandidat ketua umum, tambah Yuddy berarti kaderisasi dalam tubuh Partai Golkar telah berjalan baik.

“Pertanyaannya, apakah hal itu akan terakomodasi dalam kepengurusan partai mendatang,” katanya yang menawarkan kepengurusan mendatang perlu memasukkan pemimpin muda ini sebagai proses regenerasi.

Dengan munculnya Tommy Soeharto setidaknya ada empat tokoh Golkar sudah lebih dahulu menyatakan kesiapan untuk menggantikan Jusuf Kalla dan sudah menggalang kekuatan ke daerah, yaitu Ketua Dewan Penasihat Surya Paloh, anggota Dewan Penasihat Aburizal Bakrie, Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Golkar Yuddy Chrisnandy serta Fungsionaris Partai Golkar Ferry Mursyidan Baldan.

Tommy menyatakan dirinya berpeluang menjadi pimpinan Partai Golkar, apalagi selama ini tidak pernah keluar dari Golkar dan sampai saat ini masih menjadi anggota partai ini.  “Sampai saat ini saya masih anggota Partai Golkar dan punya Kartu Tanda Anggota (KTA),” katanya.

Menurut Tommy, karena belum pernah melepas kartu keanggotaan Partai Golkar maka dirinya berhak mencalonkan diri untuk posisi ketua umum partai.

“Target saya memang harus tinggi, termasuk dalam dunia politik,” kata Tommy yang sempat absen selama 10 tahun dari dunia politik.

Menurut Tommy, dirinya mempunyai tanggung jawab moral terhadap partai yang dilahirkan dan dibesarkan oleh ayahandanya, Soeharto, apalagi Tommy pernah menjadi anggota MPR dari FKP (Fraksi Karya Pembangunan ) tahun 1993-1998.

Pengusaha dan politisi kelahiran 15 Juli 1962 ini mengatakan, kesiapannya menjadi pimpinan Partai Golkar bukan hanya karena tidak pernah melepas keanggotaan partai, tetapi juga komunikasi yang terus-menerus dengan kalangan elite Golkar walaupun selama 10 tahun terakhir tidak terlalu aktif beraktivitas di partai.

Tommy mengungkapkan, sudah lama didekati elite Golkar untuk aktif kembali membesarkan partai. Terakhir Satuan Karya (Satkar) Ulama DKI, sayap keagamaam Partai Golkar yang dipimpin Asraf Ali mengusulkan agar Munas Golkar memilih Tommy sebagai ketua umum.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…