Selasa, 18 Agustus 2009 15:34 WIB News Share :

Muhammadiyah tetapkan awal Ramadan 22 Agustus

Yogyakarta–Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah
berdasarkan hasil hisab menetapkan 1 Ramadhan 1430 Hijriyah jatuh pada 22 Agustus 2009 dan 1 Syawal 1430 Hijriyah pada 20 September 2009.

“Penetapan itu sesuai dengan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah,” kata Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Yogyakarta, Selasa.

Sehubungan dengan hal itu, Muhammadiyah mengimbau umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk mempertautkan kembali hati yang mungkin selama pemilu legislatif dan pemilu presiden telah terjadi perbedaan pendapat dan pilihan sehingga menimbulkan keretakan hati.

“Jadikan bulan Ramadhan sebagai wahana untuk lebih meningkatkan dan memperkokoh tali silaturahmi dengan keluarga, tetangga, teman
sejawat, dan sesama komponen bangsa yang lain serta mengembangkan sikap saling membantu, toleransi, dan bekerja sama untuk kebaikan dan kemaslahatan bersama,” katanya.

Muhammadiyah juga mengimbau kepada semua pihak terutama industri hiburan, baik yang hadir melalui media cetak, elektronik maupun
pranata publik lain lebih mengedepankan nilai moral dan kebaikan serta tidak menjual komoditas pornografi dan pornoaksi yang
merusak akhlak dan tatanan bangsa demi meraih keuntungan materi.

Menurut dia, sikap positif tersebut diperlukan sebagai bentuk penghormatan kepada kehadiran bulan suci Ramadhan sekaligus bentuk pertanggungjawaban pada masa depan kehidupan di negara yang penduduknya dikenal religius.

“Mari membangun hubungan antarsesama secara harmonis dan menjauhkan diri dari benih-benih konflik dan permusuhan untuk kehidupan yang penuh kesejukan dan kedamaian,” katanya.

Muhammadiyah juga mengimbau segenap umat Islam untuk menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk melakukan introspeksi atas segala kesalahan dan dosa dengan jalan memohon ampunan, berkah, dan rahmat Allah SWT disertai dengan kesungguhan beribadah dan berbuat baik kepada sesama manusia.

“Kita sambut kedatangan bulan suci Ramadhan dengan penuh rasa kesyukuran dan kegembiraan serta berusaha sungguh-sungguh untuk menunaikan ibadah puasa dan rangkaian ibadah lain yang dituntunkan Nabi Muhammad SAW secara ikhlas, khusyuk, istiqamah, dan kesungguhan untuk meraih ridha dan karunia Allah SWT,” katanya.

Ia mengatakan, umat Islam hendaknya mendorong anak-anak dan remaja untuk meningkatkan ibadah puasa Ramadan dan ibadah lain disertai dengan kegiatan memakmurkan masjid dan kegiatan dakwah kemasyarakatan sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang lebih religius, damai, maju, dan berakhlak mulia.

“Kami juga mengimbau pimpinan cabang dan ranting Muhammadiyah agar memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai wahana meningkatkan bimbingan dan pembinaan keagamaan, memakmurkan masjid, dan kegiatan persyarikatan yang bersifat langsung dalam membina jamaah dan kemasyarakatan,” katanya.
Ant/tya

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pertanian Maju, Petani Sejahtera

Gagasa ini dimuat Harian Solopso edisi Kamis (16/11/2017). Esai ini karya Budi Sutresno, anggota staf Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar. Solopos.com, SOLO–“Maju Pertaniannya, Sejahtera Petaninya” adalah semacam doa yang diilhami dari tagline Pemerintah Kabupaten Karanganyar menjelang perayaan seabad Kabupaten…