Selasa, 18 Agustus 2009 18:57 WIB Hukum Share :

Kasus pembunuhan di Dawung direkonstruksi

Solo (Espos)–Aparat Poltabes Solo, Selasa (18/8) siang, menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di Kampung Dawung Wetan RT 05/RW VII, Danukusuman, Serengan Solo dengan tersangka Heri Purnomo, 25, warga setempat.

Dari reka ulang kejadian, diketahui tersangka yang sedang tiduran lebih dulu diserang oleh korban, Mujanto, 25, warga Dawung Wetan RT 01/RW VIII, Danukusuman, pada 1 Agustus lalu di pos ronda setempat yang berujung pada kematian korban.

Meski demikian, polisi belum menemukan bukti kuat bahwa pembunuhan itu terjadi lantaran tersangka melakukan pembelaan diri dari korban yang berusaha memukul dan menusuk tersangka. Polisi pun belum menemukan motif maupun latar belakang terjadinya pembunuhan tersebut.

Proses reka ulang yang dipimpin Wakasat Reskirm Poltabes Solo, AKP I Wayan Sudhita, ditonton oleh puluhan warga yang penasaran. Kendati demikian proses rekonstruksi yang menampilkan lebih dari 15 adegan ini berjalan lancar.

Tersangka mampu secara detil mereka ulang kejadian pembunuhan yang dia lakukan. Dari hasil reka ulang, diketahui peristiwa itu berawal saat tersangka sedang menonton tv sambil tiduran bersama saksi Warta alias Bandot, warga setempat, di pos ronda, Sabtu (1/8) dini hari. Tiba-tiba datang korban yang menggunakan sepeda motor mendekati tersangka dan langsung memukul. Selanjutnya terjadilah perkelahian antara tersangka dan korban. Warta kemudian meninggalkan lokasi kejadian.

Dalam perkelahian itu, menurut tersangka, korban mengeluarkan sangkur (pisau) yang hendak ditusukkan ke dada tersangka. Namun upaya itu tidak berhasil karena tersangka mampu menangkis tusukan korban. Kemudian terjadi pergumulan, tersangka sempat menggigit jari tangan kana korban hingga pisau terlepas.

Tersangka berhasil merebut pisau dan langsung menghunuskan ke perut dan dada korban selama beberapa kali. Tersangka juga sempat menendang korban hingga terjerembab.

Korban yang sudah terluka parah lari menunggangi sepeda motor Honda SupraX 125 AD 2841 RA yang dia bawa dan kabur. Namun korban hanya berlari beberapa ratus meter dari lokasi penusukan sebelum akhirnya jatuh tersungkur karena kehabisan darah. Saat terjatuh korban kali pertama ditemukan oleh Sugiyanto, warga setempat.

I Wayan Sudhita mengatakan pihaknya mengatakan dari rekonstruksi terlihat tersangka melakukan perlawanan atas serangan korban. Namun dia belum bisa menyimpulkan bahwa tersangka melakukan pembelaan diri saat membunuh korbannya.

kha

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…