Selasa, 18 Agustus 2009 19:02 WIB Solo Share :

Karnaval Budaya berlangsung meriah

Solo (Espos)–<I>Karnaval Budaya<I> memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 Kemerdekaan RI, Selasa (18/8), berlangsung meriah. Para penonton mengaku puas denegan perhelatan yang menampilkan kesenian tradisional se-Solo tersebut. Menurut mereka karnaval berjalan lebih tertib dan teratur.

Kendati demikian, kirab kali ini dinilai lebih sepi penonton ketimbang <I>Solo Batik Carnival (SBC)<I> yang dihelat beberapa bulan lalu. Salah satu penonton, warga RW III Kelurahan Mangkubumen, Banjarsari, Nova mengaku puas lantaran dapat melihat semua sajian kesenian dari sejumlah kelompok kesenian se-Solo. Penonton yang tertib dan para petugas yang sigap mengamankan jalan kirab, menurutnya, sangat mendukung terciptanya suasana nyaman bagi penonton.

Selain itu, kirab juga dimulai nyaris tepat waktu, sehingga para penonton tidak terlalu lama menunggu. “Saya lebih puas kali ini. Bisa melihat semua sajian, karena penonton tidak meringsek ke jalan seperti waktu SBC lalu. Lebih tertib dan teratur. Saya juga melihat penonton kali ini lebih sepi,” komentarnya, saat dijumpai <I>Espos<I>, di sela-sela menonton kirab, Selasa (18/8).

Kebetulan, putri Nova, Putri Nawangsari, juga tampil dalam perhelatan tersebut. “Kami sekeluarga sengaja datang untuk jadi suporter. Kami datang tepat jam 14.00 WIB, tidak menunggu lama kirab langsung dimulai. Saya lebih suka tepat waktu begini,” kata dia.

Senada disampaikan warga Kelurahan Penumping, Laweyan, Witri. Menurut dia, penampilan para peserta kirab sangat menarik. Apalagi banyak yang menyajikan tontonan unik, seperti <I>ensambel kolah<I> yang memainkan musik dari alat-alat rumah tangga; alat pel, galon air minum dan ember, kelompok teater yang membawakan busana dari bahan-bahan sisa, dan keroncong/musik bambu. “Menarik sekali. Hanya saja musik-musik tradisional kurang terdengar karena terlalu pelan. Jadi kadang gerakan penari kurang hidup,” ujar Witri.

Sementara itu, kirab Selasa kemarin lebih banyak menyuguhkan kesenian tradisional, seperti reog yang ditampilkan sejumlah kelurahan, kesenian kuda lumping dari Kelurahan Kratonan, musik <I>klotekan<I>, dan tari-tarian. Kirab berlangsung hingga pukul 16.00 WIB.
tsa

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….