Selasa, 18 Agustus 2009 14:11 WIB Internasional Share :

90% Uang kertas Amerika bau kokain

Washington DC–Coba cek dolar AS Anda. Cium sekilas. Siapa tahu dolar Anda tercium bau kokain. Sebab 90% uang kertas Amerika terbukti berbau obat haram itu.

“Mengejutkan saya, kami menemukan (jejak) banyak kokain di uang kertas,”ujar ketua peneliti di University Massachusetts, Yuegang Zuo, seperti dilansir AFP, Selasa (18/8).

Yuegang menyatakan banyaknya jejak kokain pada uang kertas tersebut bisa jadi disebabkan oleh krisis ekonomi yang tengah melanda AS. “Dengan stres, orang bisa berpindah ke kokain,” ujarnya.

Uang kertas tersebut diyakini terkontaminasi dengan kokain ketika  berlangsung transaksi penjual obat-obatan. Tidak hanya itu, kontaminasi juga dapat terjadi ketika seorang pengguna obat menjadikan uang kertasnya sebagai sarana untuk menghirup obat-obatan. Dan sebagai penyebab utama, menurut hasil penelitian tersebut, kontaminasi cukup besar terjadi ketika kertas dihitung menggunakan mesin penghitung.

“Untuk kebanyakan bagian, Anda tidak akan terpengaruh (teler) bila hanya mencium uang kertasnya, kecuali uang tersebut pernah secara langsung dipakai dalam penggunaan obat-obatan,” ujar Yuegang.

Riset ini dilakukan di 30 kota besar di 5 negara yaitu AS, Kanada, Brasil, China dan Jepang. Berdasarkan penelitian, uang kertas dengan jejak kokain paling banyak ditemukan dari kota-kota besar, seperti Baltimore, Boston dan Detroit. Sementara kota dengan uang kertas yang bersih dari kokain adalah Salt Lake City, Utah, dan Mormon.

Penelitian  menggunakan instrumen laboratorium gas chromatograph-mass spectrometer untuk mengukur tingkatan kandungan kokain. Berdasarkan penelitian tersebut, mereka menemukan tingkatan kokain yang cukup menakutkan di beberapa area.

Kokain adalah obat terlarang yang paling banyak digunakan di dunia. Di AS, sekitar 6 juta orang mengonsumsinya per tahun sebanyak 259 hingga 447 ton senilai 35 miliar-75 miliar dolar (Rp 350 triliun – 750 triliun).
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. BPR Bina Langgeng Mulia, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….