Senin, 17 Agustus 2009 12:48 WIB Internasional Share :

Meksiko pecat 700 karyawan bea cukai karena korupsi

Meksiko–Meksiko memecat 700 petugas bea cukai di bandara-bandara dan tempat-tempat penyeberangan dalam pemberantasan korupsi karena membiarkan berton-ton narkoba dan senjata  memasuki perbatasannya, kata juru bicara instansi bea cukai, Minggu.

Surat kabar Reforma sebelumnya memberitakan lebih dari 1.100 karyawan bea cukai diberhentikan setelah kontrak mereka berakhir Sabtu  sebagai bagian dari rencana untuk memodernisasi instansi bea cukai  yang termasuk pembersihan para karyawan dari tindak korupsi.

Sejumlah 1.470 karyawan baru diangkat untuk menggantikan para karyawan yang dipecat, kata Pedro Canabal,juru bicara instansi bea cukai, yang mengkonfirmasikan bahwa kontrak-kontrak yang ada telah berakhir.

“Perubahan ini adalah bagian dari tanggapan kami terhadap tuntutan-tuntutan baru dalam memerangi penyelundupan,” kata Canabal.

Meksiko sedang berusaha untuk memperbaiki instansi bea cukainya  dengan memperbarui peralatan untuk mendeteksi penyelundupan dan meningkatkan pelatihan.

Tentara mengambil alih pengawasan atas paling tidak satu perlintasan perbatasan di Ciudad Juarez di sepanjang Texas untuk membantu transisi itu, kata surat kabar Reforma.

Canabal mengatakan tidak ada rencana untuk memiliterisasi pos-pos bea cukai.

Kartel-kartel bea cukai Meksiko yang bersaing terlibat perang untuk menguasai rute-rute penyelundupan ke Amerika Serikat. Lebih dari 13.000 orang, sebagian besar anggota geng obat bius tewas dalam aksi kekerasan sejak Presiden Felipe Calderon berkuasa Desember 2006, yang berjanji akan menumpas para penyelundup.

Calderon mengirim puluhan ribu tentara untuk memerangi kartel-kartel itu dan walaupun banyak para anggota penyelundup kokain itu ditahan dan sejumlah besar kokain disita, para gembong obat bius  itu tetap bebas berkeliaran dan senjata yang diselundupkan dari Amerika Serikat bertambah banyak  untuk memperkuat persenjataan mereka.

Sejumlah petugas bea cukai yang diberhentikan diizinkan untuk diterima kembali bekerja  dalam tugas baru tetapi rincian mengenai tuduhan kejahatan menyangkut banyak karyawan diserahkan kepada para aparat kejaksaan federal.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…