Senin, 17 Agustus 2009 17:04 WIB Ekonomi Share :

Belum peroleh listrik, pengembang di Solo kesulitan pasarkan rumah

Solo (Espos)–Sekitar 40 pengembang perumahan di Kota Solo mengaku kesulitan memasarkan rumah lantaran hingga kini belum memperoleh listrik. Program pembangunan rumah bersubsidi di Kota Bengawan pun terancam gagal bila persoalan pasokan listrik tidak terselesaikan.

Demikian dikemukakan Ketua Real Estate Indonesia (REI) Kota Solo, Yulianto W Kusumo ketika ditemui wartawan di sela-sela pameran properti bertajuk Green Property REI Expo 2009 di Solo Square, pekan lalu.

“Saat ini yang menjadi persoalan adalah sebagian besar pengembang di Kota Solo kesulitan memasarkan perumahan mereka karena rumah-rumah tersebut belum memperoleh pasokan listrik. Sedangkan untuk waktunya, PLN hingga saat ini justru belum bisa memberikan kepastian kapan rumah-rumah tersebut akan dialiri listrik. Padahal proyek pembangunan perumahan seperti ini kalau tidak ada listrik ya tidak bisa masuk,” ungkap Yulianto.

Yulianto memperkirakan jumlah rumah yang tidak bisa dipasarkan mencapai ribuan unit. Sebagian besar rumah tersebut, lanjutnya, bahkan telah hampir selesai dibangun. Namun karena belum adanya listrik, lanjutnya, konsumen pun cenderung menunda pembelian.
Akibatnya, pengembang pun harus menanggung rugi karena harus terus membayar bunga kredit konstruksi yang mereka ambil untuk membangun perumahan.

Yulianto menuturkan, dirinya termasuk salah satu pengembang yang kesulitan untuk mendapatkan pasangan listrik baru dari PLN.
Padahal, dirinya telah mengajukan permohonan pemasangan jaringan listrik sejak akhir tahun silam.

“Sampai sekarang belum juga terealisasi,” katanya.

Sementara itu, Humas Perusahaan Listrik Negara Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta, Soeharmanto mengatakan jika hingga saat ini pihaknya masih kesulitan untuk merealisasikan permohonan sambungan listrik baru.

sry

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…