internet
Senin, 17 Agustus 2009 14:36 WIB News Share :

72 Persen orang Indonesia menderita gigi berlubang

Bandung–Sekitar 72 persen orang dari penduduk Indonesia menderita gigi berlubang karena rendahnya kesadaran merawat gigi.    
   
“Kita patut prihatin karena 72 persen orang Indonesia menderita gigi berlubang. Karena itu, sudah saatnya peduli untuk merawat gigi agar tidak mengganggu aktivitas untuk berprestasi dalam mengisi kemerdekaan ,” ucap Fiona Anjani Foebe, Senior Brand Manager Pepsodent di Bandung, Senin (17/8).
   
Menurut drg  Ratu Mirah Afifah GCClinDent.,MDSc, seorang pakar kesehatan gigi dan mulut di Bandung, mengatakan di Indonesia, ancaman gigi berlubang harus lebih diwaspadai dengan meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka.
    
Kesadaran ini bisa diterapkan melalui mengosok gigi pada pagi hari, setelah makan,  dan malam sebelum tidur, karena pada waktu itu bakteri dan kotoran dalam mulut bisa sedang bekerja.
    
“Kebiasaan masyarakat menggosok gigi ketika mandi itu keliru, memang tidak salah hanya saja tidak tepat guna,” katanya.
    
Cara lainnya dengan memilih pasta gigi berfluoride yang baik untuk mencegah gigi berlubang sebagaimana telah dianjurkan Badan Kesehatan Dunia World Health Organization (WHO).
    
Adapun cara menjaga agar gigi tidak berlubang yaitu dengan menghindari dari minuman yang panas dan dingin, karena akan menyebabkan gigi lebih sensitif dan keretakan pada gigi.
    
Menurut Fiona, pasta gigi bukan obat tetapi sebagai produk preventif atau pencegah gigi berlubang dan sudah saatnya mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.
     
ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…