Minggu, 16 Agustus 2009 16:50 WIB News Share :

Polda Riau akui telah terjadi salah tembak

Pekanbaru–Jajaran Polda Riau mengaku telah terjadi salah tembak yang dilakukan salah seorang anggota polisi di Kabupaten Bengkalis, Riau. Peristiwa itu terjadi saat penyergapan tersangka curanmor bernama Suwarni.

“Saat penyergapan tersangka berhasil kabur. Namun barang bukti sepeda motor hasil curian berhasil diamankan,” kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Zulkifli, Minggu (16/8).

Zulkifli mengatakan, dalam kasus salah tembak ini, pihaknya telah mengambil langkah mengamankan dan memeriksa anggota bernama Surya. Namun ia enggan menjelaskan pangkat polisi dan tindakan apa yang akan diambil atas keteledoran anggotanya itu.

Peristiwa salah tembak ini bukan hanya terjadi sekali. Sekitar tiga bulan yang lalu, seorang warga Kabupaten Siak, Edikson,36, tewas akibat polisi salah tembak.

Kini, kasus yang sama kembali terulang dilakukan jajaran Polda Riau. Ilsa bocah usia 10 tahun bernama Ilsa Flora Sintia warga Bengkalis harus kehilangan nyawa akibat peluru polisi bersarang di kepalanya pada Sabtu (15/8).

Ilsa merupakan anak kedua dari pasangan suami istri Al Hilal,33, dan Ira Susanti,30, warga Desa Mandiri, Kec Mandau Kab Bengkalis, Riau. Nyawa Ilsa tak tertolong lagi walau sempat dilarikan ke rumah sakit di kampungnya.

Ilsa juga sempat dirujuk ke RS Awal Bros di Pekanbaru. Namun orang tua bocah menyebut bahwa buah hatinya tewas sesaat peluru Polri menerobos kepala Ilsa.

Peristiwa yang memilukan ini terjadi karena kelalaian anggota Polres Bengkalis. Sore  itu, Sabtu (15/8), tim reskrim yang datang ke desa itu akan menangkap pencuri sepeda motor. Kedatangan polisi tanpa sepengetahuan warga. Malah warga sempat menegur, namun anggota jajaran Polda Riau ini tidak menggubrisnya.

Anggota polisi di bawah pimpinan Kapolres Bengkalis, AKBP Marudut Hutabarat ini menolak berdialog. Mereka kemudian memburu tersangka curanmor bernama Suwarno.

Perburuan yang dilakukan Buser ini pun rupanya gagal. Sang pencuri berhasil mengelabui polisi. Karena yang diburu kabur, lantas salah seorang anggota polisi meletuskan senjata api ke arah tersangka pencuri tersebut.

Sayangnya, peluru yang ditembakkan itu  bukan mengenai sasarannya. Tapi timah panas itu justru mengenai kepala Ilsa yang sore itu tengah bercanda dengan sang Ibu.

“Buat apa dia letuskan senjata kalau pelakunya sudah melarikan diri di balik rumah-rumah penduduk. Akibatnya bocah yang tak berdosa jadi korbannya,” celetuk warga dalam perbincangan kepada detikcom, Minggu (16/8).

Sedangkan orang tua korban, mengharapkan polisi yang telah membunuh anaknya itu mendapat hukuman seberat mungkin. Polisi itu harus dipecat dari keanggotaannya sekaligus menerima hukuman yang setimpal.

dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…