Minggu, 16 Agustus 2009 11:55 WIB News Share :

Gus Yusuf
Manfaatkan berbagai momentum untuk nasioanlisme

Magelang–Berbagai momentum harus dimanfaatkan untuk penanaman nasionalisme bagi generasi muda agar jati diri mereka sebagai warga NKRI tetap kukuh di tengah dinamika perubahan zaman, kata budayawan Magelang, KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf).

“Sekarang ini kita harus memanfaatkan momentum, sekecil apapun, untuk menanamkan nasionalisme terutama kepada generasi muda agar mampu menghadapi berbagai tantangan zaman yang kompleks,” katanya di sela “Jalan Santai Merah Putih Bareng Gus Yusuf”, di Magelang, Minggu.

Bangsa Indonesia saat ini, kata Gus Yusuf yang juga pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, berada di kancah kepentingan Barat yang identik dengan Amerika Serikat dan Timur yang identik dengan Timur Tengah.

Ia menjelaskan, posisi masyarakat Indonesia saat ini berada di antara tarik-menarik kepentingan tersebut.

“Bangsa Indonesia dengan mayoritas umat Islamnya berada di tengah tarikan besar liberalisme Barat, kebebasan, dan di sisi lain muncul radikalisme dari Timur Tengah yang juga mencari pengaruh kuat,” katanya.

Ia mengemukakan pentingnya Bangsa Indonesia tetap berada di tengah-tengah kepentingan itu dengan cara menguatkan jati diri sebagai bagian dari NKRI.

“Mempertahankan NKRI, tetap jadi orang Islam Indonesia seperti yang diperjuangkan oleh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) secara turun temurun,” katanya.

Para kiai, katanya, secara turun temurun mengajarkan kepada umat bahwa cinta terhadap Tanah Air sebagai salah satu wujud iman yang kuat.

Ia mencontohkan tentang berbagai momentum yang bisa dimanfaatkan untuk penanaman nasionalisme generasi muda antara lain olahraga, pendidikan, dan pengajian.

“Tradisi NU seperti tahlilan, dan ‘yasinan’ bukan sekadar ritual keagamaan tetapi juga ruh Islam Indonesia untuk menjaga NKRI,” katanya.

Jalan santai yang diikuti sekitar 11 ribu warga baik dari Magelang maupun sejumlah daerah di sekitar Magelang, termasuk Wakil Bupati Magelang, Zaenal Arifin, itu digelar dalam rangka peringatan HUT ke-64 RI dengan menempuh jarak sekitar 3,5 kilometer di sekitar Ponpes API Tegalrejo.

Masyarakat di berbagai tempat di Magelang hingga sekitar pukul 11:00 WIB terlihat menyiapkan perayaan HUT ke-64 RI yang antara lain tirakat “Malam Tujuhbelasan”, berbagai lomba untuk anak-anak dan orang dewasa, pembuatan panggung hiburan, dan kerja bakti membersihkan lingkungan masing-masing.

“Malam nanti (16/8) kami melakukan tirakatan diikuti seluruh warga, ibu-ibu sedang menyiapkan tumpeng, kami juga menggelar berbagai lomba,” kata Ketua RT26/RW10 Perumahan Griya Kharisma Indah, Desa Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Khalimi.

Beberapa sesepuh warga setempat, katanya, saat tirakatan mendapat jatah secara bergiliran untuk menyampaikan nasihat terutama kepada generasi muda terkait pentingnya memantapkan semangat nasionalisme dan meningkatkan kerukunan hidup antarwarga.
Ant/tya

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….