Minggu, 16 Agustus 2009 14:47 WIB News,Ekonomi Share :

Elpiji 12 Kg naik, inflasi bulanan bisa stabil di atas 1%

Jakarta–Rencana PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual elpiji 12 kg sebesar Rp 100/kg atau Rp 1.200 diperkirakan bisa membuat level inflasi bulanan stabil di atas 1%. Kenaikan elpiji 12 kg akan memberikan kontribusi terbesar kenaikan inflasi dalam 6 bulan ke depan.

“Kenaikan harga elpiji 12 kg yang jelas akan menjadi penyumbang terbesar kenaikan inflasi selama 1-6 bulan setelah resmi dinaikkan,” ujar Direktur Eksekutif Refor-Miner Institute, Pri Agung Rakhmanto saat dihubungi detikFinance , Minggu (16/8).

Kendati demikian, Pri belum dapat memastikan berapa besar kenaikan harga jual elpiji 12 kg ini akan mempengaruhi level inflasi bulanan. Menurutnya, sulitnya mendeteksi pengaruh kenaikan ini ke level inflasi disebabkan data yang bisa diolah hanya sampai di tingkat agen. Untuk tingkat eceran, datanya sulit diperoleh.

“Jadi besaran pengaruhnya sangat tergantung level kenaikannya. Tapi kalau kita lihat dari pengalaman sebelumnya, tahun lalu ketika Pertamina menaikkan harga jual elpijinya, inflasi bulanan naik dan stabil di atas 1% lebih. Biasanya kan inflasi bulanan di kisaran 0,4-0,5%. Setelah kenaikan elpiji tahun lalu, inflasi bulanan menjadi 1,4%,” ujarnya.

Untungnya, lanjut Pri, Pertamina berencana menaikkan harga jual elpiji 12 kg setelah periode puasa dan lebaran. Jika Pertamina menaikkan pada periode tersebut, dapat dipastikan angka inflasi Agustus-September bakal membengkak tajam.
dtc/tya

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…