Sabtu, 15 Agustus 2009 13:57 WIB News Share :

PPATK tak tahu soal dugaan aliran dana teroris

Jakarta–Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku tidak tahu menahu soal dugaan aliran dana teroris sebesar Rp 1 miliar yang dikantungi tersangka perekrut pelaku bom bunuh diri, Syaifuddin Zuhri alias Saefuddin Jaelani.

“PPATK tak tahu tentang dana yang Anda tanyakan,” kata Yunus Husein Kepala PPATK, Sabtu (15/8).

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror menggandeng Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menyelidiki aliran dana yang digunakan para tersangka pelaku aksi terorisme.

”Kami sudah mulai berkomunikasi dengan Detasemen 88,” kata Yunus Husein, Kamis (13/8) malam. Meski demikian, ia melanjutkan, teknis penelusuran belum dibahas detail.

Penelusuran aliran dana bisa saja dilakukan jika validitas identitas rekening yang digunakan terjamin. Jika tidak, penelusuran akan sulit dilakukan.

”Karena kita belum signal identity. Modal Rp 100 ribu saja sudah bisa bikin rekening,” ujar Yunus.

Syaifuddin Zuhri alias Saefuddin Jaelani dituding polisi sebagai pelaku bom bunuh diri di Hotel J.W. Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta. Akibat ledakan tersebut, sembilan orang tewas dan puluhan lainnya terluka berat maupun ringan.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….