Sabtu, 15 Agustus 2009 19:20 WIB News Share :

Polri masih selidiki asal dana teroris

Semarang–Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna menyatakan sampai saat ini polisi masih menyelidiki asal dana yang digunakan oleh jaringan teroris Noordin M. Top dalam menjalankan setiap aksi mereka.

“Untuk menyelidiki asal dana yang digunakan jaringan teroris kami menggunakan kecanggihan teknologi IT dan akan melibatkan pusat pelaporan dan analisis transaksi keuangan (PPATK) yang ada,” katanya saat menghadiri sebuah acara di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Sabtu (15/8).

Nanan mengatakan pencarian donatur dana dalam jaringan teroris ini penting karena dalam setiap pergerakan teroris, baik perekrutan dan perencanaan hingga perakitan bom membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Untuk saat ini semua masih diselidiki oleh tim di lapangan dengan menggunakan metode-metode tadi,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan Komnas HAM yang meminta pihak kepolisian memperhatikan hak asasi manusia dalam setiap penangkapan teroris, Nanan mengatakan penangkapan anggota teroris sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kalau ada anggota teroris yang tewas dalam penangkapan, itu terpaksa karena jika tidak segera diambil tindakan, dikhawatirkan akan jatuh korban baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat,” katanya.

Nanan menjelaskan sejak 2000 hingga aat ini sekitar 437 anggota teroris telah diajukan ke pengadilan.

Mengenai pembatasan penjualan bahan kimia, Nanan menganggap hal tersebut sebagai upaya bersama untuk memantau peredaran bahan kimia di masyarakat.

“Kami bukan ingin menyulitkan para pembeli bahan kimia tapi pihak kepolisian hanya ingin mengawasi bahan kimia yang dibeli dan akan dipergunakan untuk apa,” katanya.

Nanan mengharapkan para penjual dan pembeli bahan kimia dapat mendukung dan yang terpenting ada laporan pembelian bahan kimia terutama dalam jumlah besar.

Menurut Nanan, sesuai arahan Kapolri beberapa waktu yang lalu, yang terpenting saat ini adalah menyadarkan masyarakat dan melakukan pencegahan agar tidak ada anggota keluarga yang menjadi korban dalam aksi terorisme itu.

Pihak kepolisian juga meminta bantuan dari semua lapisan masyarakat untuk mewaspadai apapun yang mencurigakan di sekitar lingkungan masing-masing.

“Kalau ada hal-hal yang mencurigakan di lingkungan masing-masing, masyarakat diminta segera melapor ke polisi terdekat agar bisa diambil tindakan secepatnya,” ujarnya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…