Sabtu, 15 Agustus 2009 13:58 WIB News Share :

PLN jamin pasokan listrik selama Ramadan dan Lebaran aman

Jakarta–PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan pasokan listrik menjelang puasa dan Lebaran di tanah air tidak akan mengalami gangguan.

Demikian hal itu dikatakan oleh Direktur Utama PLN Fachmi Mochtar kepada wartawan disela-sela acara Harmoni Indonesiaku dan Dukungan Pulau Komodo sebagai 7 keajaiban dunia di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat Malam (14/8).

“Setiap tahunnya kita tetap menjaga kesiapan Batubara, BBM, pembangkit dan SDM. Pembangkit sendiri kita upayakan untuk dijaga. Dan Insya Allah pasokan listrik selama bulan puasa dan lebaran akan aman,” ujar Fachmi.

Fachmi menjelaskan, selama puasa berlangsung, karakteristik pemakaian listrik mengalami selalu mengalami perubahan. Ia memberi contoh, pada waktu sahur, beban listrik naik, kemudian menurun di saat siang menjelang sore.

Lalu pada saat 7 hari sebelum lebaran, kebutuhan listrik masih berpotensi bergerak tergantung dari pemakaian listrik industri. “Pemakain tergantung industri meliburkan atau tidak. Jika meliburkan berarti kebutuhan listrik lancar, jika tidak kita sudah menyiapkan pasokan dan saat ini situasinya terkendali,” paparnya.

Sementara itu, terkait dengan defisit listrik di daerah Sumatera, Fahmi mengatakan bahwa PLN masih mengupayakan menambah beban dengan hujan buatan.

“Bagian Sumatera agak spesifik karena sekarang ini lagi musim kemarau. Ketergantungan listrik terhadap air atau PLTA di Sumatera besar sekali, maka kita terus melakukan upaya melalui hujan buatan,” tuturnya.

Hujan buatan tersebut dilakukan melalui teknik modifikasi cuaca dan hal ini memang pernah dilakukan PLN, 15 tahun silam saat kondisi air danau di daerah Sumatera mengalami penurunan yang signifikan sehingga berdampak buruk pada lingkungan.

Dikatakan Fachmi, hujan buatan juga mempunyai kendala, yakni tidak bisa setiap hari dilakukan karena masih tergantung dengan kondisi cuaca dan kandungan awan.

“Maka kedepannya saya kira tambahan pembangkit-pembangkit non air juga harus dipikirkan,” tegasnya.

Tidak hanya air, lanjut Fachmi, PLN sendiri mempunyai diversivikasi sumber daya seperti batu bara, BBM, Gas, Geothermal, yang memang semua harus diolah untuk persiapan menambah pasokan.

“Komposisinya pembangkit listrik yang paling besar menghasilkan daya listrik yakni PLTU dengan menggunakan batu bara atau hampir 40 persen, kemudian disusul dengan menggunakan BBM, Gas dan Air (PLTA). Namun memang yang paling mahal operasionalnya yakni dengan menggunakan BBM,” tandasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…