Sabtu, 15 Agustus 2009 20:31 WIB News Share :

Pemkab Semarang kaji ulang temuan kandungan emas

Ungaran–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Tengah akan mengkaji ulang atas hasil uji laboratorium tentang kandungan emas (Au atau Aurum) di Desa Keji, Kecamatan Ungaran Barat.

“Untuk memastikan kandungan emas di Desa Keji itu pemkab akan melakukan koordinasi untuk mengecek langsung ke lapangan, mengkaji ulang hasil laboratorium,” kata Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Alam (SDA) dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemkab Semarang, Totit Oktariyanto, di Ungaran, Sabtu (15/8).

Hasil penelitian atas sampel berupa butiran pasir dengan unsur emas oleh pihak Laboratorium Kimia Analitik Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, katanya, masih perlu kajian lebih lanjut.

Ia mengemukakan, untuk memastikan adanya unsur emas di tempat itu perlu peninjauan secara langsung ke lokasi yang berada di kawasan Gunung Ungaran itu.

“Harus langsung dari singkapan tanah di lokasi, perlu dikaji lebih dalam lagi dan pengecekan di lapangan,” katanya.

Ia mengatakan, dalam waktu relatif dekat pihaknya akan melakukan pertemuan koordinasi antara lain dengan kepala desa, peneliti geologi, lingkungan hidup, dan peneliti di laboratorium UGM itu.

Kepala Bidang SDA dan ESDM, Witjaksono, mengemukakan, jika memang terdapat unsur emas di lokasi itu pihaknya selanjutnya meneliti kemungkinan dampak sosial dan alam di tempat itu terutama terkait dengan kemungkinan aktivitas penambangan.

Menurut dia, secara umum areal tanah di Kabupaten Semarang relatif minim kandungan emasnya.

Beberapa waktu lalu pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Arrasul Desa Keji, Achmad Syakir, bersama dua warga setempat menggali tanah seluas sekitar satu meter persegi di belakang ponpes itu.

Saat mereka menggali tanah hingga kedalaman sekitar 10 sentimeter kemudian mereka mendulang tanah itu dengan alat tertentu dan menemukan butiran lembut seperti emas.

Sekitar 10 bulan lalu, kata Syakir, pihak Laboratorium Kimia Analitik Fakultas MIPA UGM melakukan uji sampel tanah yang diambil dari sepuluh titik di desa itu.

“Tanah di Desa Keji ini mengandung unsur Au (Aurum) atau butiran lembut emas,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…