Sabtu, 15 Agustus 2009 19:41 WIB Solo Share :

Amdal berkriteria baik hanya lima persen

Solo (Espos)–Setelah didesentralisasikan, pembuatan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) di daerah yang memiliki kriteria baik hanya sekitar lima persen.

Hal tersebut dikatakan Deputi Kementrian Lingkungan Hidup Bidang Peningkatan Sumber Daya Alam dan Pengendalian kerusakan Lingkungan, Drs Masnellyarti MSc di sela-sela menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Paradigma Baru Pemberdayaan Sektor Ekonomi dan Budaya Nasional Berbasis Lingkungan, di Gedung F FKIP UNS, Sabtu (15/8).

Menurutnya, hal tersebut disebabkan oleh penyusun yang memiliki kemampuan yang kurang memadai. Padahal, penyusun tersebut di daerah dianggap sebagai ahli lingkungan.

“Ternyata setelah didesentralisasi, ternyata Amdal yang memenuhi kriteria baik hanya lima persen,” kata dia.

Oleh sebab itu, dibutuhkan sebuah wadah untuk ahli lingkungan untuk memberi etika di dalam upaya pengelolaan lingkungan.

Sementara itu, dalam kesempatan seminar tersebut, dideklarasikan pula pembentukan Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia (IALHI).

Direktur Program Pasca Sarjana UNS Solo, Prof Suranto MSc PhD mengatakan, selain para akademisi, IALHI juga terdiri atas para ahli lingkungan dari luar kampus.

alo

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…