Jumat, 14 Agustus 2009 18:07 WIB Sragen Share :

Tolak Kasek baru, siswa SMAN 1 Sragen demo

Sragen (Espos)–Ratusan pelajar SMA Negeri 1 Sragen melakukan aksi unjuk rasa mogok belajar, Jumat (14/8).

Aksi mogok pelajar yang dilakukan dengan cara berkumpul dan duduk-duduk di halaman sekolah ini dilakukan sebagai bentuk penolakan atas pergantian Kepala Sekolah (Kasek) yang belum lama ini dilakukan.

Akibat aksi mogok siswa, aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) sekolah favorit di Sragen ini sempat lumpuh.

Informasi yang dihimpun Espos di lapangan menyebutkan, aksi mogok siswa dilakukan sejak pagi hari. Begitu datang ke sekolah, para siswa tidak segera masuk ke kelas masing-masing. Bahkan, mereka tidak memarkir sepeda motor di tempat parkir biasanya melainkan diparkir di halaman sekolah.

Tanpa dikomando, para siswa berkumpul di halaman sekolah dan menolak mengikuti KBM di kelasnya. Beberapa guru pengajar yang membujuk siswa untuk segera masuk kelas, tidak digubris.

Sebagian siswa bahkan sempat meneriakkan yel-yel dukungan terhadap Kepsek lama yang dipindah. Aksi mogok belajar ini diduga dilakukan sebagai wujud protes mutasi Kepsek SMA Negeri 1 Sragen, Dra Sunari MM yang dipindah menjadi Kepsek SMA Negeri Sukodono belum lama ini.

Sedangkan Kepsek yang baru adalah Drs Sukirno yang awalnya menjabat Kepsek SMA Negeri Sukodono. Pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan (Disdik) setempat langsung berusaha meredakan aksi siswa dan terus membujuk untuk segera masuk kelas.

Asisten III Pemkab Sragen Ruwiyatmo serta Kepala Disdik Gatot Supadi yang didampingi Sekretaris Disdik Giyadi pun langsung melakukan dialog dengan para pelajar SMAN 1 Sragen.

Saat dialog, para siswa diminta untuk tetap menjalankan kewajibannya sebagai belajar yaitu menuntut ilmu dengan baik.

“Mutasi atau pergeseran jabatan termasuk kepsek merupakan hal yang wajar. Oleh karena itu tidak benar jika pemindahan kepsek yang lama didasari adanya masalah,” ujar Sekretaris Disdik Sragen, Giyadi.

Menurut Giyadi, pemindahan Kepsek lama merupakan mutasi atau pergeseran biasa seperti yang selama ini dilakukan pada pejabat lainnya. Tidak ada maksud atau tendensi dalam pemindahan kepsek itu. Hal itu semata dilakukan untuk pemerataan dan perluasan mutu pendidikan.

“Dengan mutasi ini diharapkan Bu Sunari bisa menularkan ilmu untuk kemajuan dan kebaikan di SMA yang baru. Dengan demikan, nantinya diharapkan sekolah favorit bisa ditularkan ke SMA-SMA lain,” jelasnya.

isw/pso

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…