Jumat, 14 Agustus 2009 11:31 WIB News Share :

Pembangunan jembatan Selat Sunda telan biaya Rp 100 triliun

Jakarta–Rencana pembangunan jembatan Selat Sunda yang rencananya akan dibangun mulai 2009-2010 ini akan menelan biaya sebesar Rp 100 triliun, oleh karena itu pemerintah bekerjasama dengan swasta untuk pembiayaannya.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dalam acara Penandatanganan dan Penyerahan hasil pra studi kelayakan Jembatan Selat Sunda di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis malam (13/8).

“Menurut studi kelayakan yang telah kita saksikan bersama, untuk pertanyaan berapa anggaran atau budget untuk proyek ini, kurang lebih Rp 100 triliun. Tetapi itu untuk infrastruktur pembangunan jembatan yang kurang lebih 29-30 km. Namun, lahan yang akan dikembangkan dalam kedua provisnsi itu belum termasuk,” tuturnya.

Dalam pembangunan jembatan ini, pemerintah daerah yakni Banten dan Lampung menggandeng pihak swasta yang dikoordinir oleh Artha Graha. Rencananya jembatan ini baru akan selesai pada tahun 2020.

Proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah karena dalam 10 tahun mendatang diperkirakan pelabuhan Bakauheni dan Merak tidak akan mampu lagi menampung penyeberangan.

“Mengenai tindak lanjut pembangunan, kami membutuhkan investor. Kami berharap stakeholder pemrakarsa dalam hal ini Artha Graha bisa ikut walaupun memang ada aturan yang harus diikuti. Pemda tidak akan mungkin dapat membiayai Rp 100 triliun, tetapi Pemda harus menyediakan anggaran agar kita bisa menjadi join venture terhadap pengelolaan Jembatan Selat Sunda,” paparnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….