Jumat, 14 Agustus 2009 18:41 WIB News Share :

MUI
Ramadan, televisi jangan umbar pornografi

Jakarta–Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta stasiun televisi untuk menahan diri untuk tidak menayangkan program televisi yang mengumbar kekerasan, mistik, horor dan mengandung unsur pornografi selama Ramadan 1430 H.

“Kami akan mengamati tayangan-tayangan televisi selama Ramadan. Jika ada yang melanggar, kami akan menindaklanjuti pelanggaran itu,” kata Ketua MUI, KH. Amidhan, dalam Taushiyah Majelis Ulama Indonesia menyongsong Ramadan 1430 H di Jakarta, Jumat (14/8).

MUI, katanya, telah bertemu dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Departemen Informasi dan Komunikasi (Depkominfo) pada Jumat (14/8) untuk bekerjasama dalam pemantauan tayangan stasiun televisi selama Ramadan.

MUI nantinya juga akan mengumumkan pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh stasiun televisi selama bulan Ramadan.

“Sejauh ini tidak satupun televisi yang ‘mulus’ terhindar dari pelanggaran-pelanggaran itu. Oleh karena itu kita peringatkan dari sekarang,” ujarnya.

Menurut Amidhan, sebaiknya stasiun televisi memanfaatkan Ramadan untuk membina akhlak masyarakat dengan memberikan tayangan-tayangan  yang mendidik.

Masyarakat juga diharapkan menghormati kemuliaan Ramadan dengan membangun suasana yang tenang dan khusyuk dengan membatasi kegiatan di tempat-tempat hiburan dan menutup restoran di siang hari.

“Pemda juga harus membatasi peredaran minuman keras. Menutup tempat hiburan, layar tancap, organ tunggal terutama pada saat pelaksanaan salat Tarawih,” katanya.

ant/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…