Jumat, 14 Agustus 2009 18:01 WIB News Share :

KPU wacanakan gunakan e-voting

Jakarta–Wacana menggunakan perangkat elektronik untuk pemungutan suara dalam Pemilu 2014 mendatang dibenarkan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Abdul Hafiz Anshary.

Penggunaan perangkat elektronik dinilai lebih menghemat anggaran dibandingkan dengan menggunakan surat suara.

“Kalau menggunakan e-voting (electronic voting) jauh lebih menghemat anggaran,” kata Hafiz, di sela-sela media forum, di Hotel Grand Melia, Jakarta, Jumat (14/8).

Ia memaparkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (BPTIK) untuk membahas hal ini.

Untuk perangkat yang dibuat sendiri dengan bahan lokal, diperkirakan akan memakan anggaran sebesar Rp 1 juta per unit. Jika ditempatkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 450.000, diperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2 triliun untuk pengadaan perangkat ini.

“Hasilnya bisa kita ketahui sekalian. Kita perlu sekitar Rp 2 triliun. Itu dihitung insya Allah lebih murah dibanding yang manual,” jelasnya.

Pada teknisnya, penggunaan perangkat elektronik ini juga lebih mudah dan praktis dibandingkan manual. Di samping itu, tingkat keamanannya juga lebih terjamin karena menggunakan sidik jari sehingga satu orang tidak mungkin memilih lebih dari satu kali.

“Orang milih dengan menggunakan sidik jari. Begitu masuk ke dalam bilik terus hari itu juga kita langsung online diketahui hasilnya,” ujarnya.

Selain itu, tambah Hafiz, hal ini juga mengatasi persoalan logistik pemilu yang selama ini kerap bermasalah. Hafiz menyebut pengiriman surat suara, kotak suara, dan tinta pemilu merupakan salah satu masalah yang luar biasa karena terganjal masalah geografis.

“Setelah dicontreng, pengembalian surat suara dan logistik itu bukan perkara gampang,” tambahnya.

kompas/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…