Jumat, 14 Agustus 2009 14:28 WIB Issue Share :

Film Merah Putih sedot dana Rp 60 miliar

Semarang– Film yang menceritakan kisah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah berjudul Merah Putih menyedot dana untuk proses pembuatan hingga promosi mencapai Rp 60 miliar.

“Dana tersebut mencakup pembuatan tiga seri film Merah Putih, karena memang dijadikan sebagai film trilogi,” kata produser dan penulis film Merah Putih, Conor Allyn di Semarang, Jumat (14/8).

Menurut dia, pembuatan film dengan dana sebesar itu masih kalah dibandingkan dengan pembuatan film-film sekelas Hollywood yang mencapai kisaran 175 juta dolar AS.

Namun, kata dia, untuk pembuatan film-film di Indonesia, dana sebesar itu terbilang cukup tinggi, sehingga pihaknya menyiasatinya dengan membuat film menjadi tiga bagian (trilogi).

“Kalau soal kualitas, kami menjamin film Merah Putih tidak kalah dengan film-film Hollywood, karena pembuatannya juga menggandeng beberapa pihak yang telah malang melintang menggarap film terkenal,” kata Conor.

Di antaranya, ahli spesial efek Inggris Adam Howarth yang pernah menggarap film Saving Private Ryan, Harry Potter and The Sorcerer’s Stone dan sutradara senior Inggris Rocky McDonald yang telah menjajal kemampuannya dalam film Mission Imposible II dan The Quiet American.

“Sedangkan aktor yang membintangi film itu, antara lain Lukman Sardi yang berperan sebagai Muslim (pernah membintangi Laskar Pelangi, Quickie Ekspress, 9 naga, dan Gie), Donny Alamsyah yang pernah membintangi Fiksi, 9 Naga, dan Gie, serta Darius Sinathrya yang berperan sebagai Marius,” katanya.

Menurut dia, film Merah Putih merupakan sebuah film yang menggambarkan kisah perjuangan para pahlawan saat tahun 1947 silam melawan Belanda yang melancarkan agresi dipimpin Van Mook dan menyerang jantung kota Jawa Tengah.

“Karena itu, sebagian besar adegan diambil di Semarang, di antaranya di Gedung Lawang Sewu, daerah Bandungan, lereng Gunung Ungaran, kawasan Tinjomoyo dan Candi Baru Semarang,” katanya.

Film produksi bersama antara PT Media Desa Indonesia dan Margate House, Ltd yang disutradarai oleh Yadi Sugandi tersebut telah merampungkan sekitar 60 persen pembuatan film, dan siap diputar untuk seri pertama film Merah Putih mulai 13 Agustus.

“Yadi Sugandi merupakan pembuat film dan penata terbaik yang telah berpengalaman menangani Laskar Pelangi, Under The Tree, Tiga Hari untuk Selamanya, dan The Photografth,” kata Conor.

Sementara itu, aktor Donny Alamsyah mengatakan, proses pembuatan film tersebut tidak mudah, sebab harus melalui beberapa proses ‘casting’ secara bertahap dan para pemain harus mengikuti pelatihan militer untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

“Apalagi, proses pembuatan film Merah Putih banyak menampilkan adegan di luar ruangan, sehingga membutuhkan daya tahan yang prima, terutama saat syuting di daerah Bandungan yang berhawa sangat dingin,” kata aktor yang berperan sebagai Tomas tersebut.

Teuku Rifnu Wikana, aktor yang berperan sebagai Dayan dalam film Merah Putih juga mengungkapkan hal serupa, sebab sempat terjadi beberapa kali perubahan karakter yang harus dimainkan.

“Namun, saya sangat tertarik dengan tema yang ingin diangkat film ini, yaitu nasionalisme, persatuan, persahabatan, dan toleransi agama untuk bersama-sama berjuang merebut kemerdekaan,” kata Rifnu.

ant/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…