Jumat, 14 Agustus 2009 11:19 WIB News Share :

Agung Laksono minta maaf

Jakarta–Ketua DPR RI Agung Laksono meminta maaf kepada publik terkait tidak dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya pada pembukaan Rapat Paripurna DPR di gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat (14/8) pukul 09.00 WIB.

“Mengenai lagu Indonesia Raya (yang tidak dinyanyikan), tadi ada kekeliruan. Kami minta maaf,” kata Agung sebelum mengakhiri rapat paripurna tersebut.

Setelah ditutup, Agung meminta hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu paduan suara Gita Bahana Nusantara.

Pembukaan Rapat Paripurna DPR RI di Gedung DPR/MPR Jakarta, Jumat pukul 09.00 WIB tanpa diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Rapat paripurna ini diselenggarakan dengan dua agenda, yaitu pembukaan masa sidang ke-1 tahun 2009-2010 dan pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka HUT ke-64 Proklamasi Kemerdekaan RI.

Ketua DPR Agung Laksono menyambut kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Ani Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla beserta Ibu Mufidah. Tepuk tangan hadirin mewarnai kedatangan para pemimpin di Gedung Nusantara.

Setelah itu, dilanjutkan dengan mengheningkan cipta. Biasanya mengheningkan cipta dilakukan setelah lagu kebangsaan “Indonesia Raya”. Namun setelah pembukaan, langsung mengheningkan cipta.

Agung Laksono kemudian menyampaikan pidato pembukaan masa sidang DPR mengenai berbagai hal, termasuk proses pembahasan RUU di DPR dan sikap DPR terkait perkembangan ekonomi serta pemberantasan korupsi dan teroris.

Usai menyampaikan pidato pembukaan masa sidang, Agung memperkenalkan tamu yang hadir dalam acara kenegaraan ini, termasuk para teladan. Ketika disebutkan, satu persatu tamu dan kelompok teladan berdiri.

Saat tamu disebut dan berdiri, tepuk tangan membahana di ruang rapat ini. Tak lupa, Agung memperkenalkan paduan suara Gina Bahana Nusantara yang menyanyikan berbagai lagu daerah dan lagu-lagu perjuangan.

Namun Agung kemudian menyebutkan bahwa seharusnya diawal rapat paripurna dengan agenda pidato kenegaraan sebagai konvensi kenegaraan ini, dilantunkan “Indonesia Raya”.

Agung meminta perhatian pihak terkait penyelenggaraan rapat paripurna ini mengenai lagu kebangsaan yang tidak dinyanyikan.

“Seharusnya tadi ada lagu Indonesia Raya,” katanya.

Selain diwarnai dengan tidak dinyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kegiatan ini juga diwarnai dengan banyaknya kursi yang kosong, termasuk kursi yang semestinya diperuntukkan bagi anggota DPR.

Saat pembukaan rapat paripurna, jumlah anggota DPR yang hadir sebanyak 395 orang dari 550 orang anggota DPR.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…