Kamis, 13 Agustus 2009 18:15 WIB News Share :

Sejak Januari 2009, serangan flu burung matikan 918 ekor ayam

Grobogan (Espos)–Kematian ayam akibat flu burung atau avian influenza di Kabupaten Grobogan kembali terjadi. Terbukti hingga, Kamis (13/8), sebanyak 918 ekor ayam mati akibat serangan virus H5N1 tersebut.

Data dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Grobogan menyebutkan, sejak Januari hingga awal Agustus 2009, tercatat 918 ekor ayam mati akibat flu burung di Kecamatan Tanggungharjo, Tawangharjo, Purwodadi, Brati, Toroh, Penawangan, Karangrayung, Grobogan, Wirosari dan Ngaringan,

“Kasus terakhir yang ditemukan, adalah kematian 53 ekor ayam secara mendadak dan dari hasil rapid test positif akibat flu burung di Desa Karanganyar, Kecamatan Karangrayung,” terang kepala Disnakkan Kabupaten Grobogan drh H Gembong Murdowo kepada Espos, Kamis (13/8).

Ayam yang mati akibat flu burung tersebut adalah milik Kepala Desa Karanganyar, Bambang Siswadi sebanyak 35 ekor, Slamet 10 ekor dan Edi sebanyak 8 ekor.

Diakui oleh Gembong, tidak hanya di perpindahan musim dari penghujan ke kemarau muncul kasus flu burung namun di musim kemarau pun tetap ada. Hal ini karena pemilik ayam, tidak dapat membersihkan kandang secara maksimal.

rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…