Kamis, 13 Agustus 2009 13:55 WIB News Share :

Puslabfor masih periksa bahan kimia yang diduga bom di Bogor

Jakarta–Pusat Laboratorium dan Forensik Markas Besar Polri memeriksa bahan kimia yang diduga bom yang disita tim Datasemen Khusus Anti-teror 88 dari sebuah rumah di Kampung Bojong RT 02 RW 04, Cimahpar, Bogor, Rabu (12/8) malam.

Menurut Wakadiv Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Sulistyo Ishak, penemuan 12 kilogram bahan kimia itu berdasarkan informasi dari masyarakat setempat.
“Bahan kimia yang bisa digunakan sebagai bom itu telah disita oleh Densus,” kata Sulistyo di kantornya, Kamis (13/8).

Bahan kimia seberat 12 kilogram itu terdiri dari sulfur, nitrat, satu dirigen asam cuka, dan beberapa zat lainnya. Saat ditanya apakah bahan kimia itu sama dengan bahan bom yang ditemukan di Jati Asih, Sulistyo mengatakan hal itu belum dapat ditentukan sekarang,

“Masih menunggu proses tim labfor.”

Namun hingga sekarang, polisi belum menangkap pemilik bahan kimia tersebut. Menurut dia, polisi masih mendalami apakah penyimpan bahan kimia itu ada hubungan dengan jaringan Noor Din M Top atau tidak.
“Terkait Noor Din M Top masih kami dalami dan semoga dengan penemuan-penemuan itu semoga lebih waspada.” Polisi, kata dia, juga masih mempelajari jaringan di Bogor itu.

Selain informasi tentang bahan kimia, polisi juga mendapat laporan dari warga sekitar bila ada orang yang sempat terlihat dan mirip dengan salah satu pelaku. Namun saat ditanya siapa nama pelaku yang dilihat warga itu, Sulistyo menolak meberi tahu.
“Itu masih informasi, perlu didalami lagi.”

Mengenai kemungkinan dijadikannya Bogor sebagai kota satelit teroris, dia menampiknya.

“Tidak, itu semua akan dipelajari oleh tim, dibandingkan dengan Jati Asih, kejadian 17 Juli lalu, maka temuan Bogor ini akan sangat bantu,” ujarnya.

Sedangkan mengenai identitas bomber Hotel Ritz Carlton, Nana Maulana, polisi masih menunggu konfirmasi dari pihak keluarga. “Tim sudah datang ke Banten, namun belum bertemu dengan pihak keluarga, entah pindah rumah atau salah alamat, kami belum tahu.”

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….