Kamis, 13 Agustus 2009 19:07 WIB Karanganyar Share :

P2T nilai warga Kebak pasang harga tinggi

Karanganyar (Espos)–Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kabupaten Karanganyar menilai warga Kebak, Kecamatan Kebakkramat, memasang harga tanah terlalu tinggi.

Hal itulah yang menyebabkan proses pembebasan lahan di wilayah Desa Kebak yang terkena proyek tol Solo-Ngawi menjadi terhambat dan belum tuntas hingga sekarang.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua P2T Kabupaten Karanganyar, Margito, saat ditemui Espos di sela-sela pencairan dana ganti rugi proyek tol di Balaidesa Kemiri, Kebakkramat, Kamis (13/8).

“Warga Kebak belum ada yang setuju dengan tafsiran harga tanah mereka atau pun tanah kas desa setempat untuk proyek tol Solo-Ngawi. Warga pasang harga terlalu tinggi. Ada yang sampai tiga kali lipat dari harga yang kami tawarkan. Jelas, kami tidak berani menyanggupinya,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Kebak, Rukini, menyebutkan warga sudah mendesak terkait kejelasan, kapan tanah mereka bisa segera dibebaskan.

“Jika di dua desa lain, yakni Desa Waru dan Desa Kemiri proses pembebasan lahannya sudah selesai, mengapa di Kebak sampai sejauh ini belum ada kejelasan. Terakhir, warga dan Pemdes Kebak bersama P2T Provinsi mengadakan musyawarah terkait hal ini, sekitar bulan Desember 2008,” tegasnya.

Terkait hal itu, Margito mengatakan, P2T hanya sebagai jembatan penghubung antara warga dengan tim penafsir harga tanah dari Provinsi Jateng. Secara pribadi, pihaknya mengharapkan warga Kebak mau bekerja sama dan sedikit melunak agar proyek tol itu dapat segera direalisasikan.

dsp

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….