Kamis, 13 Agustus 2009 14:02 WIB News Share :

MUI imbau Dephukham beri bimbingan khusus ke teroris

Jakarta–Polri mengaku sejak tahun 2002 telah menangkap dan memenjarakan 400 lebih teroris, 200 lebih di antaranya telah kembali ke masyarakat. Namun ada jaminankah jika mereka tidak akan mengulangi perbuatannya?

Deradikalisasi bagi mereka yang memiliki pemikiran keliru terhadap jihad ternyata tidak diberikan secara khusus bagi mereka yang tersandung kasus teroris. Selama ini pembinaan bagi narapidana teroris tidak menyentuh aspek deradikalisasi.

“Lembaga pemasyarakatan (Lapas) atau Depkumham seharusnya membuat program seperti itu (deradikalisasi) dengan melibatkan para ulama,” ujar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Umar Shihab, Kamis (13/8).

Menurut Umar, dengan tidak adanya pelurusan pemahaman mereka tentang Islam dan jihad akan membuat pembinaan di Lapas akan sia-sia saja. Ketika mereka kembali ke masyarakat akan tetap melakukan tindakan seperti dulu.

“Harusnya ada bimbingan khusus, tetapi mereka yang terlibat teroris jangan disatukan. Lebih baik seperti bimbingan privat kepada mereka yang terlibat teroris,” tambah Umar.

Selain pembinaan khusus di lapas, peran masyarakat juga penting ketika yang bersangkutan bebas. Masyarakat diharapkan tidak mengucilkan mereka, tetapi justru menerima dan mengajak ke jalan yang baik.

“Kalau dikucilkan justru akan kembali lagi, dan melakukan tindakan-tindakan seperti teroris, karena masyarakat seolah menolaknya,” terang Umar

dtc/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…