Kamis, 13 Agustus 2009 12:41 WIB Pendidikan Share :

Mahasiswa Unsoed unjuk rasa tolak BOPP

Purwokerto–Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Jawa Tengah, menggelar unjuk rasa menolak Biaya Operasional Pendidikan (BOPP) bagi mahasiswa baru yang dianggap memberatkan mahasiswa.

Dalam unjuk rasa yang digelar di depan gedung Rektorat Unsoed, Kamis (13/8), mahasiswa membawa berbagai poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap penerapan BOPP itu, serta secara bergantian berorasi dan menyanyikan berbagai lagu yang mengecam kebijakan kampus.

Mahasiswa juga menuntut Rektor Unsoed Soedjarwo keluar dari ruangannya dan berdialog dengan mereka untuk menjelaskan tentang penerapan kebijakan BOPP.

Namun setelah satu jam menunggu, Rektor Unsoed tidak menemui mahasiswa sehingga aksi unjuk rasa tersebut semakin memanas.

Mahasiswa pun akhirnya berusaha menerobos masuk gedung rektorat sehingga terjadi aksi saling dorong antarmahasiswa dengan petugas keamanan yang berjaga di pintu masuk gedung tersebut.

Koordinator aksi Helmy Shoim mengatakan, BOPP yang diterapkan Unsoed Purwokerto sangat memberatkan mahasiswa baru sehingga sekitar 20 persen dari calon mahasiswa yang tersaring melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2009 tidak melakukan registrasi ulang.

Bahkan hingga saat ini, kata dia, ada sekitar 10 mahasiswa baru yang merasa keberatan atas BOPP yang berkisar antara Rp 2,5 juta hingga Rp 180 juta.
“Hingga saat ini pula pihak fakultas belum menjelaskan rincian penggunaan BOPP tersebut,” katanya.

Setelah menunggu hingga 1,5 jam, mahasiswa akhirnya menggelar aksi penggalangan tanda tangan sebagai bentuk penolakan BOPP dan spanduk yang berisi tanda tangan mahasiswa itu dipasang di depan gedung rektorat.

Mahasiswa juga membakar sejumlah poster di depan gedung rektorat pada pukul 11:30 WIB, serta  memberikan uang-uangkan kepada beberapa petugas keamanan dan karyawan Unsoed yang berjaga di depan rektorat.

Aksi tersebut diakhiri dengan pembacaan pernyataan sikap dan menyanyikan lagu Bagimu Negeri oleh para mahasiswa.

ant/fid

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….