Kamis, 13 Agustus 2009 12:10 WIB Issue Share :

Inul dilarang ngebor di Malaysia

Kuala Lumpur--Inul Daratista direncanakan akan memeriahkan peringatan HUT RI ke -64 di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun sejumlah masyarakat Indonesia di sana menolak kedatangan penyanyi dangdut yang dikenal dengan ‘Goyang Ngebor’nya itu.

“Sebagai partai yang berasaskan Islam, kami ingin mengungkapkan keberatan atas kehadiran Inul Daratista dalam acara peringatah HUT RI,” ujar Ketua PIP PKS Malaysia, Sigit PW Jarot dalam rilis, Kamis (13/8).

Sigit beralasan, kehadiran Inul untuk menghibur justru malah dapat menghalangi tersampaikannya proses pendidikan kebangsaan yang ingin dicapai melalui peringatan upacara kemerdekaan. Apalagi lanjutnya, sebentar lagi juga akan menyambut bulan Ramadan, dan proklamasi kemerdekaan Indonesia dalam sejarahnya juga dikumandangkan pada 17 Ramadan.

“Sehingga akan sangat positif apabila acara peringatan kemerdekaan kali ini diisi dengan rangka menyambut bulan Ramadan dan pemaknaan hari kebangsaan Indonesia,” cetusnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden UNIMIG Indonesia Muhammad Iqbal yang mengatakan, sudah saatnya perwakilan RI di Malaysia menyuguhkan hiburan yang mendidik bagi TKI karena itu merupakan kewajiban pemerintah.

“Sudah saatnya uang rakyat dimanfaatkan untuk kegiatan bermanfaat. Pemerintah RI melalui KBRI Kuala Lumpur seharusnya melakukan program pembinaan kepada TKI karena saat ini banyak kasus moral yang melanda TKI,” cetus dia.

Apalagi Malaysia sendiri sudah dua kali menolak kedatangan Inul karena penampilannya. Oleh karena itu, menurutnya, sebagai bentuk soft diplomasi, KBRI Kuala Lumpur sebaiknya menghargai sikap penolakan pemerintah Malaysia tersebut.

Peringatan HUT RI ke-64 rencananya akan dilangsungkan di kediaman dinas Duta Besar untuk Malaysia Dai Bachtiar di Wisma Duta, Kuala Lumpur. Peringatan akan diisi dengan pelaksanaan upacara bendera yang dilanjutkan dengan hiburan dangdut oleh artis Inul Daratista.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…