Kamis, 13 Agustus 2009 15:25 WIB Ah Tenane Share :

Gelunganku mana?

13ah-tenaneLady Cempluk yang tinggal di sebuah perumahan di Baki, Sukoharjo ini termasuk orang yang riwil dalam hal njagong, apalagi yang punya gawe kali ini adalah bosnya, Pak Tom Gembus, seorang pengusaha periklanan yang cukup kawentar di Kota Bengawan.

Tempat resepinya pun tidak baen-baen, yakni di sebuah hotel kelas satu di Solo. Sebagai seorang karyawati paling senior di perusahaan Pak Gembus, Cempluk ikut kalang kabut ngurusi tetek bengek dari soal undangan hingga mengkoordinasi teman-teman kantornya sebagai panitia among tamu.

Karena ingin tampil wah, Cempluk terlihat sibuk mempersiapkan penampilan dengan mengundang perias profesional. Alhasil, saat resepsi, para among tamu pun tampil moncer dengan kain kebaya plus aksesori lain termasuk sanggul yang mendut mentul. Semua berjalan sesuai skenario hingga acara bubar.

Begitu resepsi berakhir dan tamu-tamu sudah pada kondur, Cempluk pun pamit pulang karena di luar hotel telah ditunggu oleh suaminya yang menjemput dengan sepeda motor.
Masalah mulai muncul ketika sampai di rumah Cempluk bermaksud melepas semua dandanannya. Ternyata sanggul sewaan yang sedari tadi bertengger dengan manis di kepalanya itu telah raib.

”Tobil… tobil! Gelunganku ilang Pa! Terus kepiye iki horok? Ayo Le, bantu Mama cari gelungan! Wah, isa diseneni karo periase nek gelungane ilang,” omel Cempluk bingung.
Akhirnya dengan semangat penuh tanggung jawab, Cempluk menyeret Jon Koplo, anak lanang-nya, untuk menyusuri jalan kembali ke hotel guna mencari sanggulnya yang hilang.

Beruntung, sanggul yang mencolot tanpa izin tadi ditemukan dalam keadaan penyet separo akibat keplindhes roda kendaraan lain.
Akhirnya Cempluk menghabiskan malam dengan pekerjaan mlendhungke lagi sanggul yang telah gepeng itu, ditambah membersihkan debu yang menempel pada gelungan tersebut dengan raut wajah yang njegadul.

Kiriman Arita Puji Anggrahini, Gentan Raya II Blok 1/7 RT 3/RW VI, Baki, Sukoharjo.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….