Kamis, 13 Agustus 2009 17:15 WIB Solo Share :

1.000 Jempol untuk Indonesia bisa...

Seribu jari ku acungkan untuk negeri
Seribu tangan ku acungkan di atas langit, tinggi-tinggi…
Indonesiaku… Ayo tetap terus maju…

Kalimat-kalimat di atas terucap dari mulut siswa kelas IV SD Kristen Kalam Kudus, Gustama. Meski berwujud kalimat sederhana, tampak betapa dalam makna dari puisi yang dibacakan Gustama, saat digelarnya aksi 1.000 anak serentak mengacungkan jempol, di Monumen ’45 Banjarsari, Kamis (13/8).

Kamis pagi itu, seribuan siswa SD dari sejumlah SD se-Kecamatan Banjarsari ikut serta dalam aksi unik yang diharapkan mampu mengingatkan seluruh elemen bangsa ini bahwa Indonesia bisa.

Para siswa berasal SDN Cemara Dua, SDN Kestalan, SDN Margorejo, SD Kristen Kalam Kudus, SD Kristen Banjarsari, dan SD Widya Wacana.

Aksi serentak yang dilakukan sekitar pukul 08.45 tersebut berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) nomor 3.859, untuk aksi 1.000 anak serentak mengacungkan jempol tangan. Penghargaan itu diterima Bisnis Indonesia Group sebagai pemrakarsa, Harian Umum SOLOPOS sebagai penyelenggara dan Republik Aeng-aeng sebagai penyelenggara penunjang.

Direktur umum dan pemasaran PT Aksara Solopos, Bambang Natur Rahadi, di hadapan seribuan anak-anak dan para guru yang mendampingi, mengatakan aksi mengacungkan 1.000 jempol merupakan bentuk keyakinan dan kebanggaan anak-anak Solo bahwa bangsa Indonesia dapat menjadi lebih baik.

“Dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia, anak-anak Solo hebat, anak-anak Solo bangga dan anak-anak Solo yakin bahwa Indonesia hebat, Indonesia bisa. Ayo kita mengacungkan jempol untuk menunjukkan bahwa Indonesia hebat, Indonesia bisa,” kata Bambang, penuh semangat.

Sementara itu, penyelenggara kegiatan, Amir Tohari, ditemui di sela-sela acara, Kamis, menyatakan ada pesan mendalam dari aksi serentak mengacungkan 1.000 jempol. Menurut dia, aksi itu menunjukkan anak-anak sangat berharap ke depan Indoensia bisa menjadi lebih baik.

tsa

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…