Rabu, 12 Agustus 2009 13:00 WIB News Share :

SBY tak kecewa Noordin M Top tidak tertangkap

Jakarta–Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, dirinya tidak kecewa setelah teroris yang dibunuh polisi di Temanggung beberapa waktu lalu ternyata bukan Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari selama ini.

“Presiden tidak kecewa bahkan memberi apresiasi atas upaya kepolisian menangkap sejumlah teroris dalam waktu dekat,” kata Mensesneg Hatta Rajasa usai mendampingi Presiden Yudhoyono menerima empat dubes baru negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Hatta, keberhasilan Kepolisian membongkar dan menangkap jaringan teroris pelaku pemboman Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott 17 Juli lalu harus dihargai seluruh lapisan masyarakat, meski Noordin M Top yang dicari belum bisa ditangkap.

“Pengejaran teroris jangan terpaku hanya kepada Noordin. Yang dikejar kan kelompoknya, siapapun itu. Jangan salah, Ibrohim (yang dibunuh Polisi di Temanggung) juga otak kelompok teroris itu, dan bukan orang sembarangan,” katanya.

Meski gagal menangkap Noordin, lanjut Hatta, kerja polisi membongkar pelaku teror bom ini tidak boleh disalahkan, karena hasil yang didapat sudah cukup baik dengan menangkap dan membunuh sejumlah anggota jaringan teroris.

“Kenapa menangkap Ibrohim butuh 17 jam, itu tidak salah. Kita harus memberi apresiasi karena tidak banyak negara yang bisa membongkar jaringan teroris ini dalam waktu cepat setelah melakukan pengeboman,” katanya.

Menurut Hatta, fakta masih berkeliarannya sejumlah teroris di Indonesia harus segera diantisipasi dengan membuat peraturan perundangan yang bisa mengecilkan ruang gerak para teroris itu.

“Sudah saatnya mengeluarkan produk undang-undang yang membuat kita tidak ragu memerangi teroris, demi melindungi masyarakat dan negara. DPR bisa pikirkan itu,” katanya.

Sebelumnya Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarno mengumumkan, tersangka teroris yang tewas di Temanggung adalah Ibrohim bukan Noordin M Top. Ibrohim yang merupakan tukang kebun di Hotel JW Marriott dipastikan terlibat dalam kasus pemboman 17 Juli lalu.

ant/fid

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…