Rabu, 12 Agustus 2009 18:12 WIB Ekonomi Share :

Pemerintah putuskan beli saham Newmont

Jakarta–Pemerintah memutuskan untuk membeli 14 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara sebagai bagian dari keputusan pengadilan arbitrase internasional agar PT Newmont mendivestasikan kepemilikannya dengan hak pertama membeli ditawarkan kepada Pemerintah Indonesia.

“Pemerintah dalam posisi membeli untuk kepentingan negara dan daerah. Nanti kita carikan formulasinya,” kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (12/8).

Menurut Menkeu, dirinya akan segera berkoordinasi dengan Pemda NTT untuk membicarakan rencana pemerintah ini dan mendengar aspirasi dari Pemda NTT.

“Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar aspirasi dari pemerintah daerah dan dalam hal ini keputusan dari pemerintah untuk membelinya bisa memberikan kebaikan yang maksimal bagi kepentingan negara dan juga bagi kepentingan daerah. Itu yang sekarang akan saya sampaikan,” katanya.

Mengenai penunjukkan PT Antam untuk mengurus pembelian saham ini dan mekanisme pembeliannya, Menkeu menolak menjelaskannya.

“Soal mekanisme saya tidak akan bicara. Yang penting keputusan dulu. Karena seluruh pihak harus saya wadahi dan didengar untuk bisa mendapatkan formula yang sebaik-baiknya,” katanya.

Pengadilan arbitrase di Swiss pada akhir Maret lalu memenangkan gugatan Indonesia terhadap Newmont. Perusahaan tambang emas dan tembaga Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat itu, harus mendivestasikan sahamnya dalam waktu 18 hari. Pemerintah pusat ditawarkan terlebih dulu untuk membeli saham. Jika pusat tidak menyanggupi, maka pemerintah daerah yang mendapat hak berikutnya.

Melalui konsorsium badan usaha milik daerah PT Daerah Maju Bersaing (DMB), pemerintah daerah setempat akhirnya menggandeng PT Multicapital (anak perusahaan Bumi Resources) untuk membeli saham Newmont. Maju Bersaing merupakan perusahaan daerah yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.

PT Multi Capital adalah satu dari lima perusahaan yang turut mengincar kepemilikan 10 persen saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT). Keharusan Newmont menjual sahamnya merupakan perintah arbitrase internasional pada akhir Maret lalu. Sepuluh persen itu senilai 391 juta dolar AS atau Rp 4,1 triliun, diserahkan ke pemerintah daerah tempat tambang Newmont berada.

ant/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…