Rabu, 12 Agustus 2009 18:46 WIB Issue Share :

Jaga netralitas, dewan juri grand final PPS 2009 dirahasiakan

Solo (Espos)–Penyelenggara pemilihan Putra Putri Solo (PPS) 2009 akan konsisten menjaga netralitas dalam penjurian. Untuk melaksanakan sikap itu, dewan juri yang terdiri atas tokoh masyarakat tersebut baru akan diumumkan pada saat pelaksanaan acara puncak pemilihan PPS 2009, yang akan diselenggarakan Jumat (14/8), di Halaman Balaikota Solo.

“Jadi sebelum acara grand final dimulai nggak ada sikap saling mempengaruhi antara juri dengan finalis. Nanti siapa saja nama-nama juri tersebut, baru akan dibuka pada saat pelaksanaan. Dari pertanyaan yang akan disampaikan kepada mereka pun akan dijaga pula kerahasiaannya,” papar Bambang “Benk” Mintosih yang didaulat menjadi MC di malam grand final PPS 2009, Rabu (12/8), saat jumpa pers, di Soga Resto N Lounge, kompleks Dalem Wuryoningratan, Solo.

Di jumpa pers yang dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Purnomo Subagyo itu, Benk melanjutkan para juri akan melontarkan beragam pertanyaan mulai babak lima besar. Termasuk, pertanyaan mengenai kebudayaan Jawa. Untuk itu, bagi para finalis, berbicara dan berkomunikasi dengan Bahasa Jawa mutlak harus mereka kuasai.

“Nanti sebagai MC, saya juga akan menggunakan beberapa kata pengantar yang kental dengan Bahasa Jawa nya,” jelas pria yang menyandang Putra Solo Favorit 1986 tersebut.

Sementara itu, rencananya Walikota Solo, Joko Widodo juga akan memberikan pertanyaan secara langsung kepada tiga pasang finalis PPS 2009 yang berhasil masuk ke peringkat tiga besar.

hkt

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….