Selasa, 11 Agustus 2009 20:26 WIB Solo Share :

Minta dukungan, orangtua Air dan Eko datangi Mega Bintang

Solo (Espos)–Orangtua Air Setiawan dan Eko Joko Sarjono yang diduga korban tewas dalam penggerebekan Densus 88 Mabes Polri di Jatiasih, Selasa (11/8) siang mendatangi kantor Yayasan Mega Bintang. Mereka datang untuk meminta dukungan dari yayasan yang dipimpin oleh Mudrik SM Sangidoe tersebut dalam upaya mencari kepastian identitas korban tewas di Jatiasih beberapa waktu lalu.

Langkah ini diambil setelah usaha kedua orangtua korban untuk memperoleh kepastian identitas korban tewas, yang selama inin diduga anak mereka, di Mabes Polri berakhir sia-sia. Selama tiga hari mereka di Jakarta untuk meminta penjelasan dari Mabes Polri, namun harus pulang dengan tangan hampa. Kedua orangtua korban, Slamet Widodo (ayah Eko Joko Sarjono) dan Agus Purwanto (ayah Air Setiawan) datang ke kantor Yayasan Mega Bintang didampingi Kholid Saefullah yang dikenal sebagai Koordinator Front Perlawanan Penculikan (FPP) Solo.

Kedatangan mereka disambut oleh Mudrik yang didampingi anggota yayasan lainnya. Mewakili kedua orangtua korban, Kholid mengutarakan tujuan kedatangannya agar Yayasan Mega Bintang melalui akses yang dimilikinya bisa membantu mereka untuk memperoleh kepastian mengenai identitas dua korban tewas.

“Kami meminta agar proses identifikasi bisa segera dilakukan agar pihak keluarga segera memperoleh kepastian. Kami meminta bantuan Yayasan Mega Bintang agar bisa ikut membantu,” ujarnya.

Slamet Widodo yang lebih banyak diam dengan raut wajah yang muram tak banyak memberi komentar. Sementara Agus secara langsung meminta Yayasan Mega Bintang bisa membantunya untuk mengecek langsung jenazah korban. “Kalau memang benar itu Air dan Eko maka pihak keluarga menginginkan agar secepatnya jenazah mereka dipulangkan,” ujar Agus.

Menanggapi permintaan tersebut, Mudrik mengatakan pihaknya akan menindaklanjutinya. Persoalan itu, lanjut dia, akan diserahkan kepada anggotanya yang bergerak di lembaga bantuan hukum.

Lebih jauh Mudrik meminta agar Polri bisa transparan dan jujur dalam memberikan informasi agar masyarakat tidak menerimanya secara sepotong-sepotong. “Kami akan membantu sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

kha

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…