Selasa, 11 Agustus 2009 20:23 WIB Solo Share :

Disnakertrans sayangkan banyaknya kartu kuning tak diperbaharui

Solo (Espos)–Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Solo menyayangkan banyaknya pemegang kartu kuning yang lalai melaporkan dan memperbaharui kartu.

“Kebanyakan pemegang kartu kuning kerap tidak melaporkan kepada kami, apakah mereka sudah diterima kerja atau belum. Alhasil, kami kadang kesulitan melakukan pendataan penempatan,” ujar Kepala Disnakertrans Solo, Pujo Hariyanto, saat ditemui <I>Espos<I> di ruang kerjanya, Selasa (11/8).

Padahal, lanjut dia, idealnya kartu kuning harus diperbaharui setiap enam bulan sekali atau saat si pemegang kartu telah mendapat pekerjaan. Laporan ini, nantinya bakal didata dan dijadikan dasar dalam penentuan program atau kebijakan pemerintah yang baru.

Keenganan pemegang kartu kuning untuk melaporkan perkembangan status pekerjaan mereka ini, pada gilirannya berimplikasi pada kurang validnya data pencari kerja yang dihimpun Dinakertrans Solo. “Kami sudah berupaya mengingatkan mereka untuk proaktif melaporkan perkembangan status kerja mereka, tapi masih ada saja yang tidak lapor,” imbuh Pujo lagi.

Sementara itu, berdasar data Disnakertrans, hingga Juli 2009 tercatat jumlah pencari kerja sekitar 1500 orang. Jumlah ini masih lebih kecil dibanding angka pencari kerja yang tercatat selama tahun 2008 yang mencapai 7.574 orang. “Sejauh ini memang belum ada peningkatan pencari kartu kuning yang cukup signifikan,” ungkap Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Dinaskertrans Solo, Drs Agus Alwanto MKes, di kesempatan yang sama.

Besar kemungkinan peningkatan jumlah pencari kartu kuning baru akan terjadi saat penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS).Lebih jauh, terkait data pencari kerja di Solo, Agus mengungkapkan adanya ketidak sinkronan antara peluang kerja dan minat para pencari kerja. Dicontohkan dia, peluang kerja bidang marketing dan perbankan yang cukup besar ternyata miskin peminat. Para pencari kerja, sebutnya, justru lebih berminat pada bidang administrasi perkantoran, padahal jumlah lowongan untuk bidang tersebut lebih sedikit.

“Bidang perdagangan di Solo cukup menonjol sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja, tapi ternyata bidang ini kurang diminati warga Solo. Alhasil kesempatan ini justru banyak diambil oleh pencari kerja dari daerah lain,” jelas dia.

Di bagian lain untuk meningkatkan pelayanan terhadap pencari kerja, hari ini, rencananya, Dinakertrans bakal me-<I>launching<I> layanan info kerja melalui sms. Para pencari kerja dapat memperoleh informasi lowongan melalui <I>sms<I> dengan format INFO[spasi]DN untuk info lowongan kerja dalam negeri dan format INFO[spasi]LN untuk lowongan luar negeri.

ewy

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…