Senin, 10 Agustus 2009 19:05 WIB News Share :

Pepabri sinyalir ada pihak buat kisrus pasca-Pilpres

Jakarta–Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri Tentara Nasional Indonesia dan Polisi Republik Indonesia (Pepabri) mensinyalir adanya pihak-pihak yang mencoba membuat kisruh pasca pemilihan presiden. Salah satunya lewat selebaran yang sifatnya provokatif.

“Mungkin anda pernah temukan atau baca selebaran yang bersifat atau bernada provokatif kan,” kata Ketua Umum Pepabri, Jenderal (purn) Agum Gumelar saat jumpa pers di kantor Pepabri, Jakarta, Senin (10/8).

Menurut Agum selebaran atau provokasi seperti itu sebaiknya disikapi dengan bijak. “Kalau tak disikapi dengan bijak, arahnya juga akan tidak baik,” ujarnya.

Sebab hal-hal seperti ini, lanjut Agum, berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, ketegangan, yang berujung membingungkan atau menimbulkan keresahan pada masyarakat.

“Ya mudah-mudahan saja sinyalemen (kisruh) ini tidak terjadi,” kata Agum.

Agum menilai selebaran berbau provokasi ini berkembang karena ketidakpuasan penyelenggaraan
pemilu. Menurutnya memang harus diakui bahwa masih ada kelemahan dalam pemilu.

Namun, permasalahan yang ada harus diselesaikan di tingkat Mahkamah Konstitusi (MK) agar memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi semua pihak.

tempointeraktif/fid

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…