Senin, 10 Agustus 2009 16:40 WIB Sukoharjo Share :

Kontrak habis, TLH TBPP se-Soloraya minta kejelasan

Sukoharjo (Espos)–Ratusan tenaga harian lepas tenaga bantu penyuluh pertanian (THL-TBPP) se-eks Karisidenan Surakarta menuntut kejelasan nasib mereka menyusul akan habisnya masa kontrak pada November mendatang.

Desakan tersebut mereka sampaikan kepada perwakilan Badan Pelaksana Penyuluh (Baperlu) Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di Rumah Makan Anugerah, Joho, Sukoharjo, Senin (10/8).

Dalam kesempatan itu, sedikitnya 100 orang THL mengadukan ketidakjelasan nasib mereka lantaran masa kontrak yang berakhir pada November tahun ini. Selanjutnya, para THL itu juga belum mendapat kepastian akan dikemanakan mereka sesudah berakhirnya masa kontrak, apakah diperpanjang ataukah bakal diberhentikan.

Koordinator THL Sukoharjo, Sri Wijiastuti menerangkan, keberadaan THL TBPP adalah program dari pemerintah pusat. Sehingga mereka tersebar merata di semua daerah. Berdasarkan peraturan yang ada, di tiap desa disediakan satu orang THL TBPP. Yang menjadi persoalan, lanjut Sri, para THL hingga saat ini bekerja berdasarkan kontrak.

“Kontrak berlaku hingga tiga tahun. Sedang kami angkatan pertama yang mulai bekerja sejak 2006, November mendatang sudah habis masa kontraknya. Lantas nasib kami ini bagaimana? Kami meminta sekiranya ada lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS), kami diprioritaskan karena sudah berpengalaman,” tegasnya kepada yang hadir, Senin.

Sri menambahkan, meski belum mendapat honor selama dua bulan ini namun mereka tetap bekerja giat demi masyarakat.

“Bukan hanya honor yang meresahkan kami, namun ketidakjelasan nasib kami ini tetap saja menjadi masalah. Oleh sebab ini, dengan inisiatif sendiri, kami dari paguyuban eks-Karisidenan Surakarta meminta supaya bisa diangkat menjadi CPNS. Atau kalau tidak minimal masa kontrak kami diperpanjang,” ujar dia yang dilanjutkan dengan paparan berbagai kegiatan THL selama tiga tahun ini.

aps

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…