Senin, 10 Agustus 2009 14:44 WIB News Share :

Kapolda Jateng kumpulkan seluruh kapolsek

Semarang–Pascapenyergapan tersangka teroris di Temanggung, kewaspadaan terhadap teroris kian digalakkan di Jateng. Kapolsek se-Jateng pun dikumpulkan.

Acara pengarahan terhadap kapolsek digelar sekitar pukul 13.30 WIB di Ruang Borobudur, Mapolda Jateng, Jl Pahlawan Semarang, Senin (10/8). Selain kapolsek, tampak hadir sejumlah kapolres dan kapolwil.

Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo enggan mengakui pengarahan itu berkaitan dengan
terorisme.

“Saya kan belum pernah ketemu mereka (semua kapolsek),” katanya sambil berjalan menuju ruang pengarahan.

Alex mengatakan, sejak dulu polisi selalu waspada. “Jadi tidak ada isitlah peningkatan kewaspadaan. Dari dulu sudah waspada,” imbuh pucuk pimpinan polisi di Jateng yang dikenal murah senyum ini.

Apakah ada penambahan personel di lapangan? Alex tidak mengiyakan. Menurut dia, sejauh ini jumlah personel masih standar sebagaimana status siaga satu pemilu.

Ia juga tidak menjawab secara tegas apakah operasi yang dilakukan kepolisian terkait dengan terorisme.

“Itu kan operasi biasa. Ya, agenda rutin kepolisian,” katanya.

Saat dikejar beberapa wartawan, Alex berkali-kali mengatakan, informasi mengenai terorisme harus satu pintu, yakni melalui Mabes Polri. Dia sama sekali tak menjawab seputar penyergapan di Temanggung, pengamanan wilayah, hingga daerah-daerah yang mungkin jadi tempat persembunyian teroris.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…