Minggu, 9 Agustus 2009 16:47 WIB News Share :

TNI waspadai serangan ke Cikeas

Jakarta–TNI akan meningkatkan pengamanan terhadap presiden dan wakil presiden. Hal itu dilakukan untuk merespons perkembangan dan menyesuaikan dengan ancaman yang ada.

“Itu otomatislah (pengamanan di kediaman SBY di Cikeas diperketat), tren situasi otomatis akan ada penyesuaian terhadap langkah-langkah pengamanan baik itu untuk VVIP maupun pengamanan pada umumnya. Isu bom Cikeas, ya kita waspada,”ungkap Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso di sela-sela perayaan HUT ke-64 TNI di Silang Monas, Jakarta, Minggu (9/8).

Sayangnya Djoko menolak menjelaskan penambahan kekuatan pengamanan terhadap pihak-pihak yang memiliki pengamanan VVIP. Karena hal itu untuk menjaga strategi yang akan dijalankan.

“Saya tidak akan jelaskan (penambahan dan strategi), nanti orang tahu,” paparnya.

Terkait peningkatan pengamanan dan deteksi, Djoko menjelaskan bahwa sistem deteksi dan pengintaian dilakukan melalui sistem komando teritorial (Koter). Namun, aparat TNI juga tetap merangkul masyarakat untuk mengantisipasi aksi-aksi serangan teror ini.

“Kita lakukan melalui satuan-satuan Koter, satuan intelijen. Untuk pencegahannya, kita lakukan bersama masyarakat seperti kita berikan pemahaman tentang ancaman teror dan bagamana menghadapinya,” pungkasnya.

dtc/fid

lowongan pekerjaan
PT. DISTRIVERSA BUANAMAS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….