Minggu, 9 Agustus 2009 16:38 WIB News Share :

Tanpa ada surat penangkapan, istri Aris dan Indra akan tuntut polisi

Temanggung–Isteri Aris Susanto dan Indra Arif Hermawan akan menuntut pihak kepolisian. Sebab saat penagkapan keduanya, aparat polisi tidak membawa surat penagkapan, bahkan hingga saat ini dari pihak aparat belum pernah ada yang memberitahukan, penyebab  mereka ditangkap.

Mereka ditangkap di bengkel sepeda ontel milik Aris pada Jumat (7/8).

“Kami minta kepastian, kami tidak diberitahu apapun soal penangkapan itu, jika tidak ada saksi dan bukti, kami akan menuntut kepolisian,” kata Rustiningrum, 24 tahun, istri Indra, Minggu (9/8).

Namun, kata dia, belum tahu siapa penasihat hukum yang bisa membantu mereka untuk menangani kasus yang menimpa suami-suami mereka. Para istri tersebut juga menanyakan jika ada pengacara yang bisa menangani kasus suami mereka.

“Jika ada pengacara yang bisa dihubungi, kami minta kontaknya ya,” kata dia.

Saat penangkapan Aris dan Indra, Rustiningrum berada di bengkel. Ia sempat berteriak karena ia melihat Aris, kakak iparnya dihajar petugas dengan pakaian preman. Bahkan, saat Aris diborgol dan dilakban tangannya (karena borgol putus) masih dipukuli kepala dan mukanya. Kepala Aris berdarah darah.
“Yang menagkap justru membentak saya supaya menutup pintu, tetapi saya tidak mau, orang sudah diborgol kok masih dihajar,” kata Rustiningrum yang memakai jilbab bercadar itu.

Jika ada orang disekitar bengkel yang berteriak minta tolong, kata dia, petugas berpakaian preman justru membentak dan menyuruh diam.

Sementara itu, Indrayati, 22 tahun, istri Aris sangat shock atas penangkapan suaminya. Sebab kegiatan Aris hanya membengkel sepeda ontel. Selain itu Aris merupakan sosok suami yang bertanggungjawab.

tempointeraktif/fid

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…