Minggu, 9 Agustus 2009 16:00 WIB Boyolali Share :

Pembangunan Pasar Ampel diduga salahi bestek

Boyolali (Espos)–Pembangunan Pasar Ampel belakangan diketahui menyalahi bestek. Sebanyak 67 tiang penyangga bangunan Pasar Ampel dibangun tak sesuai standar yang diatur dalam kontrak.

Penyimpangan tersebut berdampak pada terancamnya keselamatan para pedagang yang berjualan di dalamnya. Beruntung, penyimpangan tersebut sudah diketahui oleh Pemkab Boyolali.

PT Aditya Dewata Gilang Semesta, selaku rekanan pelaksana pembangunan telah dimintai pertanggungjawaban untuk membangun 67 tiang tersebut dibuat sesuai bestek.

Fakta mengenai penyimpangan pada pembangunan Pasar Boyolali tahun 2005 senilai Rp 11,058 miliar tersebut diungkapkan Bupati Boyolali, Sri Moeljanto, saat memberikan keterangan pers mengenai pembangunan Pasar Boyolali.

“Kami telah meminta bantuan dari konsultan dari Gajah Mada (UGM) untuk melakukan pemeriksaan konstruksi di Pasar Ampel yang kami nilai ada penyimpangan. Ternyata ditemukan penyimpangan konstruksi pada tiang bangunan di lantai dua. Kalau ini tidak segera diperbaiki bisa mengancam nyawa para pedagang,” ujar bupati akhir pekan lalu di Kantor Pemkab Boyolali.

Ia tidak mengetahui apakah penyimpangan itu sarat unsur kesengajaan atau tidak dari pihak rekanan. Namun yang jelas, lanjutnya, puluhan tiang tersebut sudah diperbaiki sesuai bestek. Perbaikan dilakukan oleh PT Adiya Dewata Gilang Semesta.

Selain tiang bangunan, lokasi parkir di halaman depan pun menurut bupati tidak dibangun sesuai standar. Hal ini terlihat dari kondisi lahan parkir saat ini yang menurut bupati sudah rusak padahal umur bangunan itu belum lima tahun.

Beberapa waktu lalu, para pedagang juga mengeluhkan banyaknya kebocoran yang timbul saat musim hujan. Atap pasar yang terbuat dari dak (cor-coran) tak kedap air. Kebocoran tersebut pastinya menganggu para pedagang maupun pembeli.

kha

lowongan kerja
lowongan kerja sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply

rabu 31 mei

Kolom

GAGASAN
Kasus Klaten Mengingat Pejabat Pengingkar Amanat

Gagasan Solopos ini telah terbit di HU Solopos Edisi Rabu (4/1/2017). Buah gagasan Muhammad Milkhan, pengurus cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten yang beralamat email di milkopolo@rocketmail.com. Solopos.com, SOLO — Predikat laknat memang pantas disematkan kepada para pejabat yang mengingkari amanat. Para pejabat…